Kata Ekonom Indef Soal Utang Jepang untuk Proyek PLTA Peusangan | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan menambah daftar utang luar negeri dari Jepang sebesar 43,6 miliar yen atau sekitar Rp 4,7 triliun.

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan di bagian barat laut Danau Laut Tawar Banda Aceh.

Ekonom Institute for Development on Economic and Finance (Indef) Nailul Huda mengingatkan dana utang tersebut harus dikelola hati-hati.

Baca juga: Cegah Pembengkakan Utang, Beijing Bangun Pendanaan Real Estate Fund Senilai 44,4 Miliar Dolar AS

Menurut Nailul, pendanaan proyek PLTA Peusangan merupakan jangka panjang sehingga bentuk pinjamannya mesti dipastikan apakah soft loan (bunga rendah) atau hard loan (bunga tinggi).

“Jika beban utang terlalu berat akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional,” urainya kepada Tribun, Kamis (28/7/2022).

Bukan tidak mungkin, imbuh dia, faktor inflasi global juga dapat menyebabkan terjadinya resesi ekonomi di dalam negeri.

“Saya rasa sangat oke kalau Jepang bantu finishing project PLTA Peusangan yang hampir rampung tetapi harus penuh kehati-hatian,” tutur Nailul.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, disiplin pengelolaan fiskal yang ketat membuat rasio utang indonesia relatif lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara maju.

“Risiko kredit Indonesia dianggap manageable karena eksposure utang pemerintah yang jauh lebih rendah dibandingkan negara maju dan berkembang yang di ASEAN maupun di G20,” kata Sri Mulyani.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.