Keberangkatan Pekerja Migran dari NTB Tertunda, Sime Darby Malaysia Temui Kepala BP2MI | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menerima kunjungan respik pihak Sime Darby Plantation Berhad Malaysia di Kantor Pusat BP2MI, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Diketahui pertemuan itu terkait tertundanya keberangkatan 147 calon pekerja mihran Indonesia (CPMI) dari Nusa Tenggara Barat ((NTB) yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

Dalam pertemuan Benny menjelaskan, kerjasama yang dibangun dalam hal penempatan CPMI ke Malaysia, harus dibangun hubungan yang setara dan semangat  saling menghormati antara kedua belah pihak.

Baca juga: Kepala BP2MI Miris 90 Persen Korban Penempatan PMI Ilegal Kaum Ibu dan Perempuan

“Dalam rangka kerjasama ini, kita harus memposisikan diri setara, artinya tidak ada yang menempatkan diri di atas, dan tidak ada yang ditempatkan di bawah,” kata Benny dalam keterangannya.

Benny menyambung, bahwa setiap pekerja yang akan berangkat ke luar negeri, maka harus dipastikan kelengkapan dokumennya.

Adapun dalam regulasinya, yang memastikan dokumen-dokumen tersebut adalah BP2MI.

Tak hanya itu, para CPMI juga harus mengikuti tahapan-tahapan salah satunya adalah Orientasi Pra Penempatan (OPP) yang dilakukan selama delapan jam.

Terkait tertundanya 147 CPMI dari Mataram yang akan diberangkatkan ke Malaysia, Benny Rhamdani menjelaskan bahwa yang dilakukan oleh BP2MI adalah pelaksanaan kewenangan terhadap UU 18 tahun 2017 yang harus dihormati oleh pihak Malaysia.

“Semua harus berproses secara benar, tahapan wajib diikuti dan semua dokumen harus dilengkapi. Tidak boleh ada pihak yang bisa mengangkangi UU negara Republik Indonesia,” ujar Benny.

Sementara itu, Kepala Tenaga Kerja Sime Darby Plantation Berhad, Badrul Hisyam Ismail menyatakan sangat memahami dan menghormati sikap yang telah diambil oleh BP2MI dan juga UU negara Republik Indonesia.

Pihaknya akan menjadikan ini sebagai pelajaran penting agar kami bisa lebih tertib untuk melakukan penempatan PMI berikutnya.

Ke depannya, Sime Darby juga akan terus berkoordinasi dengan BP2MI, dalam penempatan para CPMI ke Malaysia.

“Memang pengalaman-pengalaman kami sebelumnya, belum pernah terjadi proses penempatan hanya dalam waktu 4 hari PMI langsung diterbangkan ke Malaysia. Bahkan setelah OPP pun masih ada jeda waktu 1 minggu sebelum ditermbangkan ke Malaysia,” kata Badrul.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.