Kemenkes Terima Laporan Tambahan Pasien yang Diduga Hepatitis Akut | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerima sejumlah laporan tambahan pasien anak dengan dugaan Hepatitis Akut. 

Disampaikan Juru Bicara Kemenkes , dr Siti Nadia Tarmizi, terdapat 3-4 laporan adanya pasien dugaan hepatitis misterius yang terus diinvestigasi. 

“Ada beberapa laporan kasus sekitar 3-4 tapi masih diverifikasi ya,”ungkap Nadia saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (5/5/2022). 

Adapun pasien tersebut, sedang dilakukan perawatan di Rumah Sakit. 

Baca juga: Di Tengah Isu Kesehatan Putin Memburuk, sang Presiden Disebut Berencana Menyerahkan Kekuasaannya

“Saat ini mereka sedang dalam perawatan di RS,” ungkap Nadia. 

Diketahui di Indonesia terdapat, tiga pasien anak dengan dugaan Hepatitis Akut sempat dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta. 

Namun ketiganya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022. 

Kementerian Kesehatan RI dan juga Dinas Kesehatan DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memasukkan riwayat pajanan yang lebih rinci, dan tes  virologi/mikrobiologi tambahan. 

Perempuan berhijab ini menyebut, ketiga pasien tersebut datang ke rumah sakit  dalam kondisi berat. 

“Tiga kasus datang sudah pada kondisi stadium lanjut. Sehingga, hanya memberikan waktu sedikit bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan,” ungkap Nadia. 

Adapun ketiga kasus itu, terdiri dari pasien berusia 2 tahun dan belum vaksinasi Covid-19, lalu pasien berusia 8 tahun dan baru menerima vaksinasi dosis pertama, dan 11 tahun sudah vaksinasi Covid-19 serta sudah vaksin Hepatitis lengkap. 

Selain Itu, juga tidak ditemukan riwayat hepatitis dari anggota keluarga lain dari ketiga anak dan tidak ditemukan anggota keluarga lain yang memiliki gejala sama. Adapun, keluhan utama yang disampaikan dari saluran cerna, mengalami keluhan mual, muntah, dan diare hebat. 

“Ketiganya, negatif covid-19. Kita bersama Dinas Kesehatan DKI melakukan investigasi kontak mengenai faktor risiko,” jelasnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.