Kemenlu RI Perlu Buat Pernyataan Menyayangkan Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai Indonesia perlu membuat pernyataan yang menyayangkan (regret) kunjungan Ketua Kongres AS, Nancy Pelosi ke Taiwan.

“Indonesia melalui Kemlu perlu membuat pernyataan yang menyayangkan (regret) kunjungan tersebut. Hal ini karena cepat atau lambat Indonesia akan terdampak oleh ketegangan antara AS dan China,” ujar Rektor Universitas Jenderal A. Yani dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Rabu (3/8/2022).

Ketua Kongres AS, Nancy Pelosi akhirnya mewujudkan kunjung ke Taiwan meski Presiden Xi Jin Ping telah memberi peringatan kepada Presiden Joe Biden atas kunjungan tersebut.

Kunjungan tersebut sudah dapat dipastikan akan memperuncing ketegangan antara China dan AS yang dapat menganggu stabilitas keamanan kawasan.

Hikmahanto menjelaskan ada tiga alasan Indonesia menyayangkan kunjungan tersebut.

Baca juga: Di Taipei Nancy Pelosi Beri Pernyataan Dukung Demokrasi Taiwan

Pertama, AS tidak henti-hentinya melakukan provokasi di sejumlah kawasan dan terakhir di Eropa saat menyambut keinginan Ukraina untuk menjadi anggota baru NATO. Ini yang memunculkan kekhawatiran Rusia hingga Rusia melakukan operasi militer khusus terhadap Ukraina.

Kedua, AS melakukan kebijakan luar negeri standar ganda. Di satu sisi mengecam langkah Rusia yang mengakui Luhantsk dan Donetsk yang memisahkan diri dari Ukraina, namun saat ini kunjungan Polesi seolah AS mendukung Taiwan untuk memisahkan diri dari Republik Rakyat China.

Terkahir, kunjungan Pelosi dapat berdampak pada China bersekutu dengan Rusia untuk melawan kebijakan luar negeri AS yang provokatif.

Konsekuensinya keamanan dunia akan terpengaruh.

Bahkan perang di Ukraina akan berlangsung lebih lama lagi, termasuk penderitaan rakyat Ukraina.

Leave A Reply

Your email address will not be published.