Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Ekonomi AS Makin Mengkerut | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Perekonomian Amerika Serikat mengalami kontraksi untuk kuartal kedua secara berturut-turut.

Kementerian Perdagangan AS mengumumkan kabar kurang menggembirakan ini sehari setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesarn 75 basis poin ke kisaran 2,25 persen hingga 2,50 persen.

Mengutip dari CNBC, Kementerian Perdagangan Amerika Serikat melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) AS mengalami kontraksi tahunan sebesar 0,9 persen pada kuartal kedua tahun 2022.

Penurunan kedua kalinya secara berturut-turut ini membuat AS secara teknis masuk ke dalam resesi.

Biro Riset Ekonomi Nasional AS mendefinisikan resesi sebagai penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi AS, yang menyangkut aktivitas seluruh perekonomian selama lebih dari beberapa bulan.

Baca juga: Menkeu Janet Yellen Peringatkan Tingginya Inflasi AS

Tetapi pembacaan PDB negatif kedua berturut-turut memenuhi pandangan dasar resesi yang telah lama dipegang, terlepas dari keadaan penurunan yang tidak biasa dan terlepas dari apa yang diputuskan oleh National Bureau of Economic Research (NBER).

PDB adalah ukuran ekonomi terluas dan mencakup tingkat total barang dan jasa yang diproduksi selama periode tersebut.

“Kami tidak dalam resesi, tetapi jelas pertumbuhan ekonomi melambat,” kata Mark Zandi, kepala ekonom di Moody’s Analytics.

Baca juga: Menkeu Janet Yellen: Ekonomi AS Melambat, Resesi Tidak Terhindarkan

PDB juga menambah bukti bahwa perlambatan yang dituju sudah terjadi, meskipun hanya sebagian yang disebabkan oleh The Fed.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.