Kenapa Hingga Hari Ini Dunia Masih Berstatus Pandemi Covid-19? | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Situasi epidemiologi Covid-19 secara umum jauh lebih membaik kini.

Berbagai negara di dunia dan tentu Indonesia sudah mulai melakukan berbagai pelonggaran protokol kesehatan.

Meski untuk kembali ke pola kehidupan normal perlu waktu yang panjang, namun perlu diketahui sampai sekarang dunia masih dalam status pandemi, sebagaimana juga disampaikan Direktur Jenderal WHO pada acara pembukaan World Health Assembly 22 Mei 2022 di Jenewa.

Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama menerangkan, ada lima hal terkait pandemi belum juga berakhir.

Pertama, sampai akhir Mei 2022 masih ada hampir dari 70 negara di dunia yang kasusnya masih meningkat.

Baca juga: Status Pandemi Covid-19 Dapat Dicabut Jika Memenuhi Kriteria Ini

“Padahal kita tahu prinsip dasarnya, “no one is safe until everyone is safe”, dan 70 adalah sekitar sepertiga dari jumlah negara di dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/6/2022).

Kedua, jumlah test di dunia jauh menurun, sehingga sulit untuk melihat gambaran epidemiologi yang sebenarnya. Ini juga perlu jadi perhatian di Indonesia, jumlah test tetap harus terjaga.

Ketiga, dari pengalaman selama ini maka virus SARS CoV 2 penyebab Covid-19 memang kadang-kadang tidak terduga, belum dapat mengetahui secara pasti bagaimana perkembangannya di masa datang.

“Kita tahu setidaknya ada 3 skenario varian baru, base, best dan worse,” imbuh direktur Universitas YARSI ini.

Keempat, sampai bulan Mei 2022 itu baru ada 57 negara yang sudah melakukan vaksinasi 70 persen atau lebih penduduknya, semua adalah negara dengan penghasilan tinggi.

Angka 70 persen dihitung berdasar jumlah total penduduk, bukan berdasar target, sehingga Indonesia pun kalau jumlah yang divaksin dibagi jumlah penduduk maka angkanya masih di bawah 70 persen, walau kalau dibagi dengan angka target maka memang sudah di atas 70 persen.

Baca juga: Kemenkes: 22 Jemaah Haji Positif Covid-19 Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Ia menegaskan, jika transmisi masih meningkat maka artinya jumlah kematian masih akan juga ada dan tetap ada potensi varian baru.

“Tentu kita berharap situasi Covid-19 akan dapat terus membaik, dan untuk itu kita perlu mengikuti dan menganalisanya secara cermat dari waktu ke waktu, belum dapat kita abai saja sekarang ini, walaupun memang situasi sudah jauh lebih baik,” ujar Prof Tjandra.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.