Kisah Farhad Abdullah Mengembangkan Bisnis Perhiasan Keluarga hingga ke Pasar Internasional | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalankan sebuah bisnis. Selain memiliki produk yang berkualitas, dengan konsistensi suatu bisnis dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai, bahkan dapat mengatasi segala rintangan.

Hal ini dibuktikan Farhad Abdullah, pebisnis perhiasan intan asal Martapura, Kalimantan Selatan. Sebagai pengusaha, dirinya berhasil mengembangkan Zamrud Group menjadi ikon galeri perhiasan di ‘Kota Intan’ Martapura, Kalimantan Selatan.

Kini, Zamrud Group, memiliki enam cabang usaha, yaitu The Zamrud Plaza, The Zamrud CBS, The Zamrud Gallery, The Zamrud House dan The Zamrud Outlet, dan Nava ‘Gift of Borneo’.

Merupakan generasi ketiga dalam bisnis yang dijalankannya ini, Farhad mengakui bahwa fokus dan disiplin menjadi kunci utama.

Namun, tak hanya itu, dirinya juga menegaskan bahwa menerima perubahan dan mengubahnya menjadi kesempatan juga jadi kunci bisnisnya bisa bertahan sampai sekarang. Salah satunya yang ia lakukan adalah menganalisis perbedaan segmentasi pembeli di zaman dulu dan masa sekarang.

Lebih lanjut, Farhad mengatakan bahwa sejak dulu, produk perhiasan berlian dan permata yang dibuat dari intan hasil produksi Zamrud Group memang sudah didesain dan dikemas secara unik, namun dirinya mengatakan bahwa ada perubahan selera konsumen seiring berjalannya waktu.

“Kalau dulu zamannya perhiasan besar-besar dan pembelinya bapak-bapak dan ibu-ibu. Sekarang perhiasannya minimalis serta unik, dan pembelinya kebanyakan anak muda,” ujar Farhad.

Tak hanya selera pasar, Farhad juga menjelaskan bahwa metode transaksi juga mengalami perubahan, kini semua transaksi sudah dilakukan secara digital.

“Generasi saya dulu dikasih satu buah toko dan event promosi untuk pameran produk dan ikut expo. Tapi pola transaksi sekarang lebih banyak menggunakan digital, pakai online,” jelas Farhad.

Strategi bisnis yang tepat jadi kunci

Perhiasan yang terbuat dari intan asal Martapura, Kalimantan Selatan.
Perhiasan yang terbuat dari intan asal Martapura, Kalimantan Selatan. (YouTube Kompas TV)

Seiring berjalannya waktu, Farhad menjelaskan bahwa bisnis dari Zamrud Group makin menyesuaikan kebutuhan pasar.

Kini, pembeli produk perhiasan dari Zamrud Group didominasi oleh anak muda. Oleh karena itu, dirinya menyesuaikan dengan segmentasi bisnis tersebut. Salah satu strateginya adalah dengan menyesuaikan produk dengan budget yang disediakan.

“Outlet di pasar untuk menjangkau kalangan milenial dengan harga terjangkau dan desain simple,” kata Farhad

Tak hanya itu, Farhad juga menjelaskan bahwa visi Zamrud Group ingin go internasional ke depannya. Maka dari itu, sekarang bisninya pun menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

“Kita barangnya sama berlian dan permata sejak dulu, namun saat ini kita memodifikasi desain untuk pasar global agar bisa go international,” ujarnya.

Selain itu, Farhad juga menerapkan strategi melalui pendekatan personal dengan para pembeli. Outlet Zamrud House menyediakan showroom dan workshop yang dikhususkan sebagai tempat untuk membuat perhiasan custom dengan para pengrajin.

“Ds ini bisa custom, jadi kalo mau bikin sesuatu bisa di sini, misalnya membesarkan cincin, itu satu jam bisa selesai,” ujarnya

Dirinya juga menambahkan bahwa di tempat ini, para pembeli milenial bisa membuat permintaan khusus sesuai dengan budget yang ada.

Tak hanya itu, saat melakukan pembelian di Zamrud House, Farhad memberikan kain Sasirangan sebagai suvenir.

“Saat ini untuk bersiap menghadapi pasar global kita menaruh gerai di bandara internasional kalimantan selatan,” jelas Farhad.

Bermitra dengan pihak lain

Dalam menjalankan usahanya, Zamrud Group juga melakukan kemitraan dengan pihak lainnya. Salah satunya, dengan bergabung menjadi anggota program Rumah BUMN BRI.

Beranggotakan para pelaku usaha dan UMKM yang berpotensi, Rumah BUMN BRI membantu mengembangkan UMKM dan memfokuskan tujuan menjadi empat hal, yaitu Go Modern, Go Online, Go Digital, dan Go Global.

Representatif dari BRI Martapura, Qisthi juga mengungkapkan bahwa selain menjadi anggota Rumah BUMN BRI, Zamrud Group juga dimasukkan menjadi anggota BRIlianpreneur, yaitu program Bank BRI untuk mengenalkan UMKM ke kancah internasional.

Saat menjadi anggota BRIlianpreneur, para UMKM dipupuk untuk dapat meningkatkan daya saing melalui pelatihan, bertukar pengalaman, hingga diberikan referensi pembeli dari luar negeri.

Qisthi juga menjelaskan bahwa nantinya akan ada event dari BRIlianpreneur untuk memamerkan berbagai produk unggulan dari UMKM yang berpartisipasi.

Event-nya setahun sekali pameran pada bulan Oktober dan tahun ini bertepatan dengan forum G20,” ujarnya

Berbagai kesempatan tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan Farhad. Namun, dirinya menambahkan bahwa fokus dan disiplin menjadi hal yang utama dalam membesarkan bisnis dari Zamrud Group.

Kisah Farhad yang terus fokus dan disiplin dalam satu bidang usaha dapat Anda saksikan secara lengkap di kisah Petualangan Brilian The Series Season 2: Episode 6 di kanal YouTube Kompas TV.

Dibawakan oleh host Ramon Y. Tungka, Petualangan Brilian The Series Season 2 menyuguhkan berbagai cerita keberhasilan UMKM dari penjuru negeri. Para pelaku UMKM juga berhasil menginspirasi pelaku UMKM lainnya untuk berkontribusi membangun daerah dan negeri hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.