Kisah Pilu Deden, Istri dan Anaknya Meninggal Dunia Tertimbun Longsor di Cianjur | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Gempa magnitudo 5.6 di Kabupaten Cianjur yang terjadi Senin (21/11/2022) meninggalkan banyak duka.

Satu di antaranya yakni Deden, warga Cugenang, Cianjur, Jwa Barat.

Saat terjadi gempa, Deden jauh dari anak dan istrinya.

Kala itu, istri Deden bersama anaknya sedang berada di sebuah warung.

Saat di warung, Deden sempat menjalin komunikasi dengan istri dan anak bungsunya.

Beberapa menit sebelum kejadian, Deden dihubungi istrinya dan melakukan panggilan video.

Baca juga: Tangis Deden Teringat Anak & Istrinya yang Sempat Video Call Sesaat Sebelum Mereka Tertimbun Longsor

Istri dan anak bungsunya meminta Deden untuk cepat pulang.

Deden pun mengiyakan karena saat itu ia sedang menuju arah pulang.

Namun, beberapa menit kemudian, gempa dengan magnitudo 5,6 terjadi.

Selain menghancurkan bangunan, gempa juga menyebabkan longsor.

Istri dan anak bungsu Deden yang sedang berada di sebuah warung pun turut menjadi korban.

Warung tempat istri dan anak Deden berada tertimbun longsor.

Longsor akibat gempa ini berlokasi di jalur Puncak yang posisinya berada di antara Kampung Pos dan Kampung Cugenang, Desa Cijedil.

Baca juga: VIDEO Momen Jokowi Tinjau Jalan Tertimbun Longsor di Cianjur: Minta Buka Akses yang Tertutup

Seorang warga yang rumah keluarganya tertimbun longsor menangis saat dipeluk rekannya di Desa/Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Kecamatan Cugenang salah satu wilayah yang sangat parah terdampak gempa berkekuatan 5.6 magnitudo yang terjadi pada Senin, 21 November 2022 sekitar pukul 13.21 WIB. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Seorang warga yang rumah keluarganya tertimbun longsor menangis saat dipeluk rekannya di Desa/Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Kecamatan Cugenang salah satu wilayah yang sangat parah terdampak gempa berkekuatan 5.6 magnitudo yang terjadi pada Senin, 21 November 2022 sekitar pukul 13.21 WIB. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Deden tak sendiri, kisah pilu juga dirasakan Sandi, warga Cianjur.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *