Koalisi Gerindra-PKB Diprediksi Bubar Jalan jika Tetap Kekeh soal Cawapres | 31left

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memberikan penilaiannya terkait koalisi antara Partai Gerindra dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pilpres 2024

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, bahwa nama Prabowo memang paling tinggi elektabilitasnya sebagai capres.

“Pak Prabowo ternyata menginginkan alternatif lain sebagai misalnya Cak Imin (Muhaimin Iskandar), padahal di PKB yang paling utama Cak Imin karena dia punya previlege,” kata Ardian di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022).

Ardian menambahkan, semua sekarang berpulang ke Prabowo, apakah Prabowo mau menerima Cak Imin sebagai cawapresnya.

“Kalau PKB mau membuka diri, ya ini bisa terjalin, tapi kalau tetap kekeh-kekehan ya ini saya yakin bakal bubar jalan keduanya,” kata dia.

Baca juga: Peluang Sandiaga Uno Jadi Cawapres dari Partai Gerindra Sangat Kecil, Ini Penjelasan Pengamat

Lebih lanjut, Ardian memahami bahwa kesuksesan Presiden Jokowi menang Pilpres 2019 lantaran sosok Ma’ruf Amin yang digandengnya sebagai wapres dan mewakili umat islam, khususnya Nahdlatul Ulama.

Antara PKB dan NU, dia memahami bahwa ada asosiasi tersendiri. Namun, yang menarik pada Pilpres 2024, Ardia menyebut posisi PKB menjadi strategis dalam hal ini.

“Apakah memang PKB akan dilepas begitu saja oleh partai-partai lain selain dari Gerindra misalnya? Tentu PDIP juga enggak mau sendirian nih, dia mau juga ambil PKB,” pungkasnya.

Koalisi Partai Gerindra dan PKB

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.