KPK Diminta Berani Usut Dugaan Penghilangan Barang Bukti Terkait Kasus Korupsi | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta berani menegakkan hukum terkait dugaan penghilangan barang bukti kasus korupsi.

Termasuk dugaan penghilangan barang bukti di kantor PT Jhonlin Baratama dalam kaitan kasus suap pajak yang melibatkan Angin Prayitno Aji dan kawan-kawan.

Permintaan itu disampaikan sejumlah warga Kalimantan Selatan melalui surat yang ditujukan kepada Pimpinan KPK di Gedung Merah Putih, Kuningan, pada Jumat (10/6/2022).

Perwakilan warga Kalimantan Selatan, Subhan Saputra mengatakan pihaknya meminta KPK berani mengusut tuntas dugaan tidak pidana yang berkaitan dengan suap kasus pajak itu.

“Tindak pidana yang muncul selain suap pajak itu adalah dugaan tindak pidana penghilangan barang bukti, saat Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor PT Jhonlin Baratama di Batulicin, Kabupate  Tanah Bumbu, beberapa waktu lalu. Ini harus dimaknai sebagai mrnghalang-halangi atau meringangi aparat dalam melaksanakan tugasnya memberantas korupsi,” kata Subhan kepada awak media.

Disebutkan, KPK terkesan lemah dalam pengusutan kasus pajak yang diduga melibatkan PT Jhonlin Baratama ini.

“Padahal jelas-jelas ini kasus melibatkan banyak pihak, saksi-saksi mengungkapkan fakta di pengadilan. Kemudian barang bukti beberapa truk menghilang. Dan KPK tampak seperti lemah  jadi ada apa dengan KPK saat ini,” kata Subhan. 

Dia meduga ada aktor besar yang bermain dengan hilangnya sejumlah alat bukti tersebut.

“Kemudian disertai dengan lemahnya sikap KPK, seolah-olah tidak serius dalam menjalankan tugasnya. Jadi pantaslah KPK makin tidak dipercaya publik,” pungkasnya.

Dikutip dari Tribun Kaltim, beberapa waktu lalu barang bukti yang rencananya akan dibawa tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hilang sebelum dilakukan penggeledahan di kantor PT Jhonlin Baratama, Kalimantan Selatan, pada Jumat (9/4/2021) lalu.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.