KSAD Setujui Usulan Pemkab Sidoarjo Revitalisasi Komplek Makam Keluarga Ulama Dalam Komplek Militer | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyetujui usulan Pemkab Sidoarjo untuk merevitalisasi komplek makam keluarga ulama besar Sidoarjo yang berada di dalam komplek militer Gudang Munisi II Puspalad Sidoarjo. 

Dudung mengijinkan pembangunan komplek makam para kiai setelah menerima laporan dari Bupati bahwa para peziarah merasa kesulitan untuk masuk ke area makam dikarenakan akses masuk jalanya sempit dan merupakan area militer.

Persetujuan tersebut disampaikan Dudung secara langsung kepada Bupati Sidoarjo H Ahmad Muhdlor Ali usai melaksanakan peninjauan sekaligus ziarah ke makam yang dulunya berdiri pondok Pesantren Sono yang terletak di Desa Sidokerto Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Minggu (19/6/2022).

“Nanti sifatnya pinjam pakai, artinya ini masih aset TNI AD aset negara bisa dimanfaatkan. Bapak Bupati juga bisa membangun untuk kemasalahatan umat, saya memberikan ijin. Sehingga setelah dibangun nanti area ini bermanfaat untuk kita semua khususnya umat islam,” kata Dudung dalam keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AD pada Senin (20/6/2022).

Menurut penjelasan Bupati Sidoarjo Kiai yang dimakamkan di lokasi tersebut merupakan pengasuh pondok pesantren Sono beserta keluarganya antara lain KH Muhaiyin dan KH Said yang merupakan orang tua dari KH Masud pendiri pondok pesantren Pagerwojo. 

Rencana revitalisasi nantinya mencakup pelebaran jalan menuju makam, penataan kembali area makam, pembangunan masjid dan penataan perumahan militer yang berada disekitar makam.

Bupati Sidoarjo mengatakan keberadaan makam tersebut penting bagi sejarah masyarakat Sidoarjo.

Dulunya di lokasi makam tersebut berdiri pondok pesantren terkenal yaitu pondok pesantren Sono yang telah melahirkan Kiai besar cikal bakal NU seperti KH Hasyim Ashari, KH Abdul Karem pendiri Lirboyo dan KH Jazuli.

Baca juga: Sekjen PKS Dukung Upaya KSAD Pererat Kerukunan Antar Umat Beragama

Hal tersebut juga dinilai serta bukti bahwa Sidoarjo 200 tahun yang lalu menjadi pusat peradaban pendidikan Islam di Indonesia.  

“Terima kasih sebesar besarnya Bapak KSAD sudah memberikan izin kepada kami, ini merupakan penghargaan atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan semua Kiai sepuh mendukung. Bukan apa apa, karena ini adalah salah satu simbol sejarah penting bagi kami,” kata dia.

Turut hadir mendampingi Dudung dalam acara tersebut Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Rahma Dudung Abdurachman, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurcahyanto, para Asisten Kasad dan para pejabat Pemkab Sidoarjo. 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.