KSPSI Ancam Demo Gedung DPR Bila Tuntutan Tak Direspons Pemerintah | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengancam bakal menggelar aksi di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, pihaknya akan melakukan hal itu bila pemerintah tak merespons tuntutan buruh.

Andi Gani menegaskan, KSPSI memberikan tenggat waktu 7 hari kepada pemerintah untuk merespon tuntutan buruh.

“Kalau tidak ada respons yang baik soal tuntutan kami, akan kami lipat gandakan ke DPR setelah masa reses selesai,” kata Andi Gani kepada wartawan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022).

Sebagai informasi, KSPSI menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda dalam rangka memperingati May Day hari ini.

Baca juga: Diterima KSP, KSPSI: Pesan Sudah Disampaikan dengan Baik, Mudah-mudahan Ditindaklanjuti

Adapun pada unjuk rasa kali ini KSPSI membawa empat tuntuan yaitu:

1. Bergerak dan terus berjuang untuk kesejahteraan pekerja.

2. Menolak Revisi UU no. 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan karena revisi tersebut hanya untuk melegalkan omnibus law UU Cipta Kerja no. 11 tahun 2022.

Baca juga: Dinilai Merugikan Buruh, KSPSI Desak DPR Batalkan Revisi UU Nomor 12 Tahun 2011

3. Menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja no. 11 tahun 2020 dan meminta klaster Ketenagakerjaan kembali ke subtansi UU no. 13 tahun 2003.

4. Menolak revisi UU no. 12 tentang serikat pekerja atau serikat buruh.

Pantauan Tribunnews di lokasi, sekira pukul 15.38 WIB massa aksi mulai membubarkan diri.

Dari mobil komando, masing-masing orator juga meminta massa untuk pulang bersama-sama.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.