KSPSI Sebut May Day Tidak Ada Aksi Anarkis dan Bakar-Bakaran di GBK-DPR | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ribuan buruh telah mengakhiri peringatan hari Buruh Internasional atau May Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Selatan pada Sabtu (14/5/2022).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan kegiatan May Day telah berlangsung tertib, damai tidak anarkis dan demokrasi yang dewasa. 

“May Day itu waktunya buruh bersuka ria, bergembira sambil menyampaikan tuntutan. Buruh bisa membuktikan menyuarakan tuntutan tidak ada aksi anarkis dan bakar-bakaran,” kata Andi.

Baca juga: Kapolri di Panggung May Day Fiesta : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik karena Kerja Keras Buruh

Baca juga: Said Iqbal Tuntut Negara Kirim Rp 500 Ribu Setiap Bulan pada 27,7 Juta Buruh Miskin

Andi Gani menuturkan, ada 18 tuntutan yang telah disuarakan dalam aksi May Day Fiesta kali ini.

Namun, ada tiga isu yang dikedepankan oleh kaum buruh.

Pertama, kata Andi, menolak revisi UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

“Karena revisi tersebut hanya untuk melegalkan metode Omnibus Law UU Cipta Kerja, tanpa memperbaiki substansi UU Cipta Kerja yang diminta oleh Mahkamah Konstitusi pada keputusan sebelumnya,” jelasnya. 

Baca juga: May Day Fiesta 2022, Said Iqbal: Tak Boleh Ada Orang Kelaparan di Negeri yang Kaya

Baca juga: May Day di GBK, Said Iqbal Bandingkan Era Jokowi dengan Soeharto Soal Perumahan Rakyat

Kedua, meminta agar Klaster Ketenagakerjaan dikeluarkan dari UU Cipta Kerja.

Ketiga, menolak revisi UU No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja Serikat Buruh.

“Namun, kami juga mengapresiasi aturan tentang Jaminan Hari Tua (JHT) sudah diubah dan memihak buruh,” ujarnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.