Kuasa Hukum Respons Dugaan Bantuan Amerika Serikat di Balik Bebasnya Rizieq Shihab | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Lembaga Kajian Publik Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menduga ada campur tangan Amerika Serikat dalam bebasnya Habib Rizieq Shihab dari balik jeruji.

Kuasa hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan bahwa bebasnya eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu telah memenuhi prosedur dan syarat administrasi.

“Jadi habib ini memenuhi syarat di mana tim kuasa hukum dan habib sendiri itu mengambil 2 fasilitas sebagaimana diatur di Permenkumham nomor 7 tahun 2022 mengenai remisi,” kata Aziz ditemui usai diskusi bertajuk ‘Kembalinya Habib Rizieq, Siapa Untung, Siapa Rugi Jelang 2024?”, di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (24/7/2022).

Aziz menjelaskan selain memenuhi bebas bersyarat, Rizieq Shihab diketahui mendapat dua kali remisi. Remisi itu didapat dari perkara yang ditujukan kepada HRS.

“Kami count on masuk sampai hitung-hitungannya kan kalau satu tahunnya berarti Agustus 2022. Karena kita dapat remisi maka maju dua bulan, kemudian ada juga di situ kalau sudah menjalani 2/3 maka kita bisa ajukan pembebasan bersyarat. Semua prosedur kita penuhi, kita smooth, kita landai, kita jalankan, dan alhamdulillah di akomodir karena itu memang hak,” ucapnya.

“Kemudian terjadilah 20 Juli kemarin dan itu pun perlu dicatat pembebasan bersyarat ini kita jalani sesuai aturan. Setelah masa espirasi selesai di akhir pada 10 Juli 2023 ada lagi yang namanya percobaan sampai 10 Juli 2024 artinya semua sesuai prosedur,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Aziz menyebut dugaan bantuan pihak Amerika di balik bebasnya HRS adalah spekulasi tanpa didasari fakta.

Namun dirinya tidak dalam kapasitas membantah hal itu karena pihak Amerika pun tak mengeluarkan pernyataan resmi terkait bebasnya Habib Rizieq.

“Jadi saya tidak dalam kapasitas dan kompetensi untuk membantah, akan tetapi saya berdasarkan fakta hukum saja,” tandasnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.