Laki-laki Penyuka Sesama Jenis dan Aktivitas Seksual Bebas Rentan Terpapar Monkeypox | 31left

Laporan wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM , JAKARTA – Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman menyebutkan jika Monkeypox jadi endemi di Afrika, semua kalangan yang memiliki kasus kontak erat dapat terinfeksi.

Lalu, ketika darurat kesehatan atau Public Health Emergency International Concern pada 70 negara, mayoritas memang terjangkit pada kelompok laki-laki penyuka sesama.

“Dan ini tentu harus dipahami bukan karena penyakit di kalangan gay. Tapi klusternya ada di situ. Itu terjadi karena kasus kontak, perilaku hubungan seksual tidak sehat, berganti pasangan ini yang dominan terjadi,” ungkap Dicky kepada Tribunnews, Senin (25/7/2022).

Baca juga: Mengapa Cacar Monyet Jadi Ancaman Global Menurut WHO? Kenali Gejala Monkeypox dan Penularannya

Walau pun beberapa kasus memang sedikit terjadi pada perempuan dan anak. Saat ini yang cukup berisiko memang pada kelompok laki-laki penyuka sesama jenis dan memiliki pasangan berganti-ganti.

Kemudian juga termasuk para pengguna maupun pekerja seks komersial. Keduanya juga berisiko mengalami cacar monyet ini.

“Dan, pasangan atau anggota keluarga yang memiliki perilaku seperti itu akan berisiko. Nah ini yang harus diwaspadai dengan cara membangun komunikasi risiko. Pada kelompok berisiko harus segera diberikan literasi dab divaksinasi untuk Monkeypox,” kata Dicky lagi.

Sedangkan menurut Dicky, pada populasi umum sangat kecil kemungkinan terinfeksi. Apa lagi tidak ada kasus kontak.

Hal ini menunjukkan potensi penularan bisa dicegah dengan hidup bersih dan aktivitas seksual yang sehat. Selain itu, dari pemerintah perlu mengupayakan melakukan deteksi dini pada kelompok berisiko. (*)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.