LRJ Fokus Konsisten Kawal Jokowi Ketimbang Manuver Politik untuk Pilpres 2024 | 31left

Laporan Wartawan Tribunews.com,  Hasanudin Aco 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) memilih konsisten mengawal program pemerintahan Presiden Jokowi ketimbang menentukan manuver politik untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sebagaimana yang dilakukan oleh Relawan Jokowi lainnya.

Bagi LRJ, prioritas utama yang menjadi perhatian khusus pihaknya saat ini ialah mengenai ancaman global berupa krisis pangan dan energi yang mengancam banyak negara di dunia.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) LRJ Ridwan Hanafi menyebutkan, bahwa kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini berpotensi mempertaruhkan kepercayaan rakyat Indonesia kepada Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan. 

“Jika persoalan pangan dan energi ini tidak di tangani dengan baik dan bijak, potensi terjadi naiknya inflasi dampaknya bukan hanya menurunkan daya beli masyarakat, melainkan juga stigma masyarakat yang kurang baik terhadap pemerintahan Pak Jokowi di sisa periode kepemimpinannya. Kami mengharapkan Presiden lebih fokus di akhir masa jabatannya,” kata Ridwan saat ditemui di salah satu rumah makan di daerah Utan Kayu, Jakarta pada Jum’at (5/8/2022).

LRJ mengapresiasi pemerintah yang berinisiatif mengantisipasi lonjakan inflasi dengan mensubsidi energi seperti Pertalite maupun solar.

Baca juga: Sosialisasi 14 Pasal Bermasalah di RKUHP, Menteri Yasonna Laoly: Presiden Jokowi yang Minta

Tetapi, akibat perang Rusia-Ukraina yang belum diketahui kapan berakhirnya, LRJ khawatir dengan kesanggupan APBN yang dimiliki saat ini.

Perlu diketahui  pemerintah telah menggelontorkan dana subsidi untuk masalah energi berkisar Rp.502 triliun dari sebelumnya hanya Rp.172 triliun. 

“Skema ini perlu diantisipasi, untuk itu kami memberikan saran kepada pemerintah agar meningkatkan investasi asing ke Indonesia. Presiden Jokowi sudah banyak melakukan terobosan luar biasa untuk itu, seperti menerbitkan Ombinus Law dan membentuk lembaga kementerian yang fokus ke investasi/BKPM,” ujarnya.

Potensi sumber daya alam Indonesia yang berlimpah mestinya menjadi daya tarik paling kut bagi investor asing. Namun LRJ mempertanyakan, kenapa perusahaan besar seperti Tesla, belum mau berinvestasi di Indonesia?

Leave A Reply

Your email address will not be published.