Luncurkan Feeder LRT Palembang, Menhub: Gratis hingga Desember 2022 | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meluncurkan layanan feeder LRT Palembang, Sumatera Selatan. Pengguna feeder LRT yang berupa oplet ini tidak akan dipungut biaya alias gratis.

“Gratis sampai bulan Desember untuk menaikkan jumlah pengguna LRT,” ucap Budi Karya secara virtual, Sabtu (11/6/2022).

Ia menerangkan, Kementerian Perhubungan meluncurkan layanan angkutan feeder berupa angkutan kota (angkot), sebagai angkutan pengumpan Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) Sumsel di Palembang.

Baca juga: KAI Akan Kembali Uji Coba LRT Jabodetabek Agustus 2022

Kehadiran angkot yang diberi nama “New Oplet Musi Emas” ini membuat layanan angkutan umum di kota Palembang terintegrasi.

“Tahap awal, Kemenhub menyerahkan sebanyak 29 unit angkot feeder kepada Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang,” tuturnya.

Di awal operasionalnya, layanan feeder ini akan melayani dua rute, yakni: rute pertama yaitu lintas Talang Kelapa – Talang Buruk via Asrama Haji dengan panjang rute 20,4 Km.

Rute kedua yaitu lintas Asrama Haji – Sematang Borang via jalan Noerdin Panji dengan panjang rute 40.2 Km. Ke depannya, layanan rute feeder akan terus ditambah.

Baca juga: Pengamat: LRT Jabodebek Jangan Sampai Menimbulkan Kanibalisme Layanan KRL

“Kita terus sosialisasikan penggunaan angkutan umum agar kehadirannya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Naiklah angkutan umum agar Palembang tidak macet dan udara menjadi lebih bersih,” ujarnya.

Budi Karya menjelaskan, upaya meningkatkan minat masyarakat untuk naik angkutan massal tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.

“Saya ingin menyampaikan pesan dengan lebih luas dan masif kepada masyarakat Palembang, untuk sama-sama memanfaatkan angkutan umum yang sudah disediakan,” ucap Budi Karya.

Ia menambahkan, Palembang menjadi contoh atau role model transportasi yang lengkap dan terintegrasi di Indonesia, karena memiliki angkutan umum yang lengkap, mulai dari BRT, LRT, angkot, sampai ke angkutan sungai yang saling terhubung.

Berdasarkan data, angka pengguna LRT Sumsel kian meningkat. Pada tahun ini hingga Mei 2022, penumpang LRT Sumsel telah mencapai 350 ribu penumpang.

Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan dengan masa pandemi yang mencapai 150 ribu penumpang. Begitupun dengan tingkat keterisian BRT Trans Musi sudah mencapai 55 persen lebih setelah dilakukan penataan dan rerouting rute angkutan umum di Palembang.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.