Luncurkan Raine, Raisa Juga Ingin Bertanggung Jawab Secara Lingkungan | 31left

Solois Raisa bersama sahabatnya, Titania Fairuskha Tadjoedin, secara resmi meluncurkan jenama kecantikan mereka dengan nama Raine. Pada gelombang pertama produk tersebut, produk untuk bibir dipilih Raine, lewat lini lip balm dan lip tint.

Raisa mengungkap keinginannya memiliki jenama kecantikannya sendiri sudah sejak 2016. Namun mimpi itu baru ia utarakan secara terbuka ke sahabat kecilnya, Ruskha, pada 2020. Sejak itu, keduanya pun bertekad untuk mewujudkan mimpi tersebut dan saling bagi tugas.

“Waktu itu kayak momen di mana aku bongkar lemari bareng Ruskha, dan akhirnya punya kesamaan visi dan jadilah sekarang, Raine,” kata Raisa dalam konferensi pers peluncuran Raine di Peacock Lounge, Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis, (28/7).

Salah satu yang juga memantik keinginan Raisa meluncurkan lini produk kecantikannya karena baginya make up bukan sekadar soal tren dan tampilan. Lebih dari itu, make up punya kekuatan yang memberikan energi bagi pemakainya.

“Aku kan dulu pas pertama kali jadi ibu, wah, aneh banget ya. Di rumah aja, enggak ke mana-mana. Salah satu yang bikin semangat ketika itu ya eksplorasi dengan make up. Di situ, aku merasa wah make up menang punya power segitunya,” sambung Raisa. Nama Raine juga diambil dari nama tengah anaknya.

Ruskha pun melanjutkan, dalam proses melahirkan jenama Raine, keduanya benar-benar terjun secara langsung mencari mitra yang sesuai termasuk soal kemasan yang menggunakan 50% plastik daur ulang.

“Apa pun yang kami sertakan dalam produk Raine, kami mencoba mengusung konsep clean dan conscious, termasuk kesadaran pada lingkungan. Dari awal, kami ingin brand kosmetik kami tidak menggunakan atau memproduksi plastik baru. Jadi kemasan kami menggunakan 50% plastik daur ulang, post consume recycle (PCR),” jelas Ruskha.

Bagi Raisa, salah satu tujuannya juga adalah jenama juga ikut bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang lebih lestari. Tanggung jawab bukan saja dibebankan pada konsumen, tetapi juga produsen.

Karena belum memiliki toko luring, saat ini masih juga dipikirkan skema agar konsumen mereka bisa mengembalikan kemasan Raine. Ke depannya, itu menjadi salah satu fokus Raine untuk lebih berperan pada timbulan sampah kosmetik. Saat ini juga masih dipikirkan juga terkait titik-titik pengumpulan kemasan bekas Raine. (M-2)


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.