Mahfud MD Minta Independensi Polri Tak Diganggu Kepentingan Politik | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta independensi dan presisi Polri tidak diganggu oleh kepentingan politik tertentu.

Mahfud menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, di Nusa Dua Bali, pada Selasa (7/6/2022).

“Saya selalu minta jangan diganggu independensi Polri, Presisi Polri jangan diganggu dengan pesan-pesan politik, gak boleh, kalau gak bisa rusak semuanya. Karena politik itu menegakkan fungsi demokrasi sementara Polri punya fungsi nomokrasi,” kata Mahfud dalam keterangan resmi Tim Humas Kemenko Polhukam RI pada Selasa (7/6/2022).

Menurut Mahfud masyarakat punya harapan baik kepada institusi Polri.

Hal tersebut, kata dia, berbanding lurus dengan hasil survei kepuasan publik terhadap institusi Polri.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Peran Penting Bung Karno: Pancasila adalah Kesepakatan Luhur

Menurutnya survei kepuasan masyarakat terhadap Polri menempati posisi baik meski ia juga menyadari bahwa hasil survei bersifat fluktuatif tergantung perubahaan kinerja.

Berdasarkan hasil survei, kata dia, kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap Polri menempati posisi baik.

Mengutip survei Litbang Kompas tanggal 17 sampai 30 Januari 2022, ia mengatakan kepuasan publik terhadap pemerintah mencapai angka 73,9 % .

Sedangkan kepuasan terhadap bidang Polhukam, kata dia, mencapai 77,6 % dan bidang hukum mencapai 69 % .

Tak dapat dipungkiri, lanjut dia, Polri memberi kontribusi besar atas capaian tersebut.

Oleh sebab itu, lanjut Mahfud, harapan tersebut harus terus didorong.

“Kita punya harapan yang baik dan ini yang harus kita dorong,” kata Mahfud.

Di akhir paparannya, Mahfud meminta Polri terus bekerja secara profesional agar tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk menghancurkan negara melalui serangan proksi.

Menurutnya kritik perlu ditampung namun tetap profesional dengan menerapkan Presisi yaitu prediktif, mampu memperkirakan situasi dan peristiwa sehingga bisa melakukan langkah antisipatif dan preventif.

“Selanjutnya, responsibilitas, melangkah secara proaktif, tidak diam serta mampu memanfaatkan peluang, kritis dan melayani. Dan yang terakhir transparan, terbuka dan bertanggungjawab, menerima saran dan kritik sebagai bagian tugas bersama,” kata Mahfud.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.