Mengapa Temuan Hepatitis Akut pada Anak Disebut Misterius? Satgas IDI Ungkap Alasannya | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban membeberkan alasan mengapa kasus hepatitis akut pada anak yang tengah menjadi sorotan dunia disebut misterius.

Selain menyebabkan kematian, kasus yang ditetapkan WHO sebagai kejadian luar biasa pada April 2022 ini belum diketahui penyebabnya.

Untuk itu, kasus hepatitis akut pada anak ini disebut misterius.

Prof Zubairi menjelaskan, alasan disebut misterius karena gejalanya seperti hepatitis, tetapi saat diperiksa penyakit tersebut tidak masuk dalam kategori hepatitis A, B, C, D atau E.

“Dianggap misterius karena beberapa hal, pertama gejalanya kan gejala hepatitis, seperti mata kuning, kencing berwarna kecokleatan, livernya membesar, diperiksa enzim transaminase dalam darahnya tinggi banget.”

“Ini kan hepatitis akut, namun hepatitis akut yang biasa penyebabnya misal hepatitis A tidak ada negatif, B, C, D, dan E juga negatif, nah jadi ini apa?” ujar Prof Zubairi, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Kamis (5/5/2022).

Ketua Satgas Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban menjelaskan, orang yang disuntik vaksin harus menerapkan protokol kesehatan.
Ketua Satgas Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban menjelaskan, orang yang disuntik vaksin harus menerapkan protokol kesehatan. (Tangkapan layar KOMPAS TV)

Baca juga: Update Kasus Hepatitis Akut: Sudah Diderita Hampir 300 Anak di Dunia, Para Ahli Selidiki Penyebabnya

Baca juga: Ini Cara Mencegah Anak Terpapar Hepatitis: Masak Makanan yang Bersih dan Matang Penuh

Di sisi lain, Prof Zubairi juga menjelaskan, ada temuan virus adenovirus 41 yang biasanya tidak ditemukan dalam penyakit hepatitis.

Bahkan, di Inggris, Prof Zubairi menyebut ada temuan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang ditemukan di beberapa kasus.

“Awalnya saat kasus pertama di Amerika Serikat pada Oktober, kemudian diteliti ternyata mereka menemukan ada virus adenovirus 41.”

“Nah kemudian Inggris banyak dan mereka menemukan beberapa kemungkinan, ada yang positif adenovirus 41, ada yang positif SARS-CoV-2 penyebab dari Covid-19, ada juga yang kombinasi keduanya dan ada yang tidak ketahuan,” ungkapnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.