Menhan Prabowo Subianto Dipuji Pakar Luar Negeri Setelah Tampil di Forum Internasional | 31left

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mendapatkan pujian dari para pakar luar negeri setelah berpidato dalam diskusi panel forum IISS Shangri-La Dialogue 2022 bertajuk “Mengelola Persaingan Geopolitik di Kawasan Multipolar,” di Singapura, Sabtu (11/6/2022).

Pujian itu datang dari seorang profesor bernama Hoo Chiew Ping yang merupakan dosen senior di National University of Malaysia.
Ia mengatakan Prabowo menyampaikan salah satu komentar yang paling menarik di forum tersebut karena tidak mengangkat narasi Barat seperti biasanya.

Hoo yang hadir dalam sesi itu pun mengatakan bahwa para penonton bahkan bertepuk tangan sebelum Prabowo mengakhiri penyampaiannya.

Menurutnya, hal ini jarang terjadi.

“@Kemhan_RI @prabowo menyampaikan salah satu komentar yang paling menarik (bukan narasi Barat seperti biasanya). Beberapa penonton bertepuk tangan sebelum ia mengakhiri penyampaiannya (juga jarang terjadi). Saya akan menyoroti beberapa poin yang dia buat di sini” kata Hoo dikutip dari Twitternya @HooCP, Minggu (12/6/2022).

Baca juga: Momen Prabowo Subianto Duduk Satu Meja dengan PM Jepang dan PM Singapura

Hoo menceritakan Prabowo memulai penampilannya dengan gelombang gerakan independensi setelah perang dunia kedua untuk berargumen tentang anti-kolonialisme di antara negara-negara yang lebih kecil atau lebih lemah ketika menghadapi tekanan kekuatan besar dunia.

Prabowo, menurut Hoo, juga mencontohkan bagaimana negara-negara Asia percaya pada kepemimpinan yang bijaksana karena mereka adalah yang paling terpengaruh oleh kekuatan besar.

Pengalaman umum dijajah dan diperbudak, membuat negara-negara Asia mencari cara kolektif untuk menciptakan lingkungan yang ramah.

Baca juga: Prabowo Ungkap The Asian Ways untuk Pengaruhi Dunia Hidup Damai

“Dia (Prabowo) menyatakan dengan sangat jujur: di ASEAN, kami memiliki klaim yang bersaing satu sama lain (menggunakan sengketa maritim Indonesia-Malaysia dua kali dalam sambutannya).”

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.