Menko PMK: Kawasan Asia Tenggara Memiliki Ketahanan Sosial untuk Hadapi Disrupsi | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menilai ketahanan sosial dan budaya di Asia Tenggara sangat diperlukan dalam mengatasi krisis-krisis yang terjadi di banyak tempat.

Menurut Muhadjir, Asia Tenggara adalah wilayah yang kaya dan padat penduduk serta terdiri dari banyak variasi sosial dan budaya.

Negara-negara ASEAN adalah rumah bagi berbagai kelompok sosial dan etnis dan agama.

Keragaman sosial budaya beserta kekayaan sumber daya alam dan masyarakatnya ini merupakan aset potensial untuk keluar dari kesulitan yang terjadi akibat disrupsi.

“Dengan pengalaman dari berbagai negara, kawasan ini memberikan banyak contoh bagaimana negara dan orang-orang dengan karakteristik seperti itu dapat mengatasi situasi dan kerentanan ini dengan mengandalkan aset mereka dan membangun ketahanan mereka,” ungkap Muhadjir melalui keterangan tertulis, Sabtu (11/6/2022).

Baca juga: Menko PMK Minta Pelayanan Kesehatan Disesuaikan dengan Kekhasan Daerah

Keberhasilan Asia Tenggara dalam melewati kesulitan, menurut Muhadjir, telah banyak dipengaruhi oleh ketahanan sosial dan budaya mereka.

Upaya pemerintah di semua tingkatan untuk meningkatkan kewaspadaan virus dan masyarakat yang divaksinasi, misalnya, banyak didukung oleh peran aspek sosial dan budaya.

“Apalagi, atmosfer di Asia Tenggara dihasilkan dari keragaman budaya, etnis, dan agama di kawasan itu. Oleh karena itu, manusia dan budayanya terkait erat atau memainkan peran penting dalam keberlanjutan masyarakat,” tutur Muhadjir.

Selama dua dekade terakhir, menurut Muhadjir, kondisi politik dan sosial ekonomi di banyak negara termasuk Asia Tenggara telah mengalami perubahan dramatis yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Tidak hanya krisis politik dan konflik sosial, serta efek raksasa dari perkembangan digital, tetapi juga dampak luar biasa dari perubahan iklim dan Covid-19.

Perubahan itu juga dipicu dari dampak transformasi digital dan diperkuat oleh tren global yang sedang berlangsung, seperti perubahan demografis, urbanisasi yang cepat, peningkatan migrasi internasional, dan ketergantungan yang kuat pada teknologi digital.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.