Menlu AS Blinken Tuduh Rusia Gunakan Makanan sebagai Senjata Perang di Ukraina | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menuduh Rusia menggunakan makanan sebagai senjata perang di Ukraina, Kamis (19/5/2022).

Di hadapan Dewan Keamanan PBB, Blinken mengatakan Rusia telah menyandera pasokan makanan tidak hanya untuk jutaan orang Ukraina, tetapi juga jutaan orang di seluruh dunia yang bergantung pada ekspor Ukraina.

Dia mengimbau Rusia untuk berhenti memblokade pelabuhan Ukraina.

“Pemerintah Rusia tampaknya berpikir bahwa menggunakan makanan sebagai senjata akan membantu mencapai apa yang belum dilakukan invasi untuk mematahkan semangat rakyat Ukraina,” kata Blinken seperti dikutip Channel News Asia.

“Pasokan makanan untuk jutaan orang Ukraina dan jutaan lainnya di seluruh dunia telah benar-benar disandera oleh militer Rusia,” tambahnya.

Baca juga: PBB Desak Rusia Izinkan Ukraina Ekspor Gandum demi Atasi Krisis Pangan

Baca juga: Inggris Jatuhkan Sanksi Baru untuk 3 Maskapai Penerbangan Rusia

Perang di Ukraina telah menyebabkan harga global untuk biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar dan pupuk melambung.

Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global.

Ukraina juga merupakan pengekspor utama jagung, barley, minyak bunga matahari dan minyak lobak.

Sementara Rusia dan Belarusia, yang telah mendukung Moskow dalam perangnya di Ukraina, menyumbang lebih dari 40 persen ekspor kalium global, nutrisi tanaman.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan pernyataan Blinken benar-benar salah.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.