Meski Sedang Booming, Investor Kawakan Waren Buffet Sama Sekali Tak Tertarik Bisnis Uang Kripto | 31left

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK — Banyak orang tambah kaya karena bisnis aset kripto, bahkan orang terkaya dunia Elon Musk pun tambah kaya karena investasi di bisnis ini.

Bisnis uang krippto memang sedang booming, saat ini sudah ada jutaan investor yang melirik bitcoin dan lain-lain.

Namun hal ini tidak terjadi pada salah satu orang terkaya duia dan investor kawakan Warren Buffett.

Memang, Buffett dikenal sebagai salah satu investor yang skeptis dengan berinvestasi pada bitcoin dan aset kripto. Bahkan, pada pertemuan dengan pemegang saham pekan lalu, dia melontarkan kata-kata yang lugas bahwa dia sama sekali tak tertarik dengan mata uang kripto.

Baca juga: Prioritaskan Edukasi Keamanan dan Legalitas Aset Kripto bagi Pelanggan Baru di Indonesia

Pada pertemuan tersebut, Buffett menggambarkan bahwa dia lebih memilih tawaran 1% saham dari sebuah lahan maupun apartemen dari seseorang seharga US$ 25 ketimbang, harus membeli bitcoin dengan harga yang sama.

Bukan tanpa alasan, dia melihat lahan maupun apartemen bisa menghasilkan sesuatu yang sifatnya produktif. Sementara, mata uang kripto dianggapnya tidak memiliki nilai intrinsik.

“Jika Anda mengatakan kepada saya bahwa Anda memiliki semua bitcoin di dunia dan Anda menawarkannya kepada saya seharga U$ 25, saya tidak akan menerimanya karena apa yang akan saya lakukan dengannya? Saya harus menjualnya kembali kepada Anda dengan satu atau lain cara. Mungkin orang yang sama, tetapi tidak akan melakukan apa-apa, ”kata Buffett dikutip dari Gizmodo, Selasa (3/5).

Baca juga: Bagaimana Memaksimalkan Trading Aset Kripto Agar Investasi Pemula Bisa Cuan?

Dia pun menegaskan bahwa penentangannya terhadap mata uang kripto tidak ada hubungannya dengan apakah orang dapat menghasilkan uang dalam jumlah banyak dengan berdagang bitcoin.

Merujuk pada penemu bitcoin, Satoshi Nakamoto, Buffett bilang bahwa Satoshi telah membuat misteri besar seputar asal-usul bitcoin, yang pada akhirnya membuat koin tersebut terkenal.

Padahal, Buffett meragukan bahwa aset tersebut bisa memberikan nilai yang nyata dimana investor selama bertahun-tahun bingung bagaimana menilai bitcoin sebagian karena potensinya untuk melayani fungsi yang berbeda.

Baca juga: Gandeng Layanan Fintech Stripe, Twitter Uji Cobakan Kripto Untuk Bayar Konten Kreator

“Aset, untuk memiliki nilai, harus memberikan sesuatu kepada seseorang dan hanya ada satu mata uang yang diterima. Anda dapat menemukan segala macam hal, kita dapat memasang koin Berkshire… tetapi pada akhirnya, ini adalah uang. Dan tidak ada alasan di dunia ini mengapa pemerintah Amerika Serikat akan membiarkan uang Berkshire menggantikan uang mereka,” pungkas Buffett. (Adrianus Octaviano/Wahyu T.Rahmawati)

Sumber: Kontan

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.