Moeldoko Ajak Bergerak Tolak Pemberangkatan PMI Ilegal: Sama Saja Perbudakan Manusia | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, bahwa perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus menjadi perhatian seluruh pihak.

Pasalnya, para PMI yang bekerja diluar negeri memiliki peran sentral dalam peningkatan pendapat negara atau devisa  negara serta peningkatan ekonomi keluarga mereka.

Apalagi, saat ini para PMI menyumbang pemasukan bagi negara hingga Rp159,6 triliun setiap tahunnya.

Dimana itu merupakan pemasukan terbesar kedua setelah Migas yang besarnya Rp159,8 triliun.

Maka dari itu, Moeldoko mendukung atas launcing website Satgas Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Satgas P2MI) Projo.

“Selaku Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia mengucapkan selamat atas peluncuran website Satgas P2MI Projo,” kata Moeldoko dalam keterangan video yang diterima, Sabtu (6/8/2022).

“Kita semuanya harus bergerak untuk bersama-sama menolak pemberangkatan pekerja migran Indonesia secara unprosedural atau ilegal, karena itu sama saja dengan perbudakan manusia,” sambung Meoldoko.

Meoldoko menambahkan, bahwa semua pihak harus terlibat dalam mempersiapkan PMI sebelum berangkat. Mulai dari pelatihan, pendidikan serta keterampilan yang menunjang pekerjaannya di luar negeri.

Baca juga: PMI Korban Penyekapan di Kamboja Bertambah Jadi 129 Orang, Menlu Retno Temui Mendagri Krolahom Sar

“Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa masih banyak kasus-kasus yang menimpa PMI kita, ketika mereka bekerja di luar negeri,” terang Moldoko.

Maka dari itu, Moeldoko menyebut penting adanya kerjasama semua pihak yang berkaitan erat dengan pekerja migran Indonesia untuk terus digalang.

Diantaranya, Kementerian Tenagakerja,  BP2MI, Kementerian Luar Negeri, pihak Kedutaan, perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia atau P3MI, lembaga swadaya masyarakat, para calon pekerja negara Indonesia serta masyarakat luas yang peduli terhadap pekerja migran Indonesia.

“Jadi saya tekankan berangkat sesuai prosedur karena apa, karena yang legal saja juga suatu saat menemui masalah, apalagi yang unprosedural, sungguh beresiko, hati-hati,” ujar Moeldoko.

Untuk itu, mantan Panglina TNI ini berharap, dengan launcing website Satgas Perlindungan Pekerja Migan Indonesia Projo dapat menambah kekuatan bagi pekerja Indonesia untuk maju dan terjamin keselamatannya.

“Karena ketika PMI berkualitas dan maju, maka Indonesia juga akan semakin maju dan bangkit,” jelas Moeldoko.

Leave A Reply

Your email address will not be published.