Nama Rizal Ramli dan Ilham Habibie Muncul Jadi Kandidat Presiden Alternatif | 31left

Laporan wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Peluang kandidat presiden alternatif untuk maju pilpres 2024 mendatang masih terbuka, seiring dengan stagnansi nama-nama capres yang sudah lebih dulu beredar.

Selain itu, masyarakat dinilai perlu mengajukan nama-nama capres alternatif yang memiliki gagasan nyata bagi pembangunan Indonesia.

Direktur Lembaga Kata Rakyat, Alwan Ola Riantoby mengatakan masyarakat membutuhkan capres yang tidak melahirkan polarisasi dan konflik sosial, oleh karena itu, capres alternatif perlu didorong untuk mencegah konflik di masyarakat.

Menurut Alwan, Ilham Akbar Habibie harus dipertimbangkan sebagai salah satu figur capres alternatif, karena kiprahnya di bidang teknologi.

Artinya, gagasan Ilham tentu akan sangat berguna bagi pembangunan Indonesia untuk semakin kompetitif.

“Selain Ilham, nama lain yang juga dapat dipertimbangkan ialah Rizal Ramli sebagai capres alternatif yang memiliki gagasan dalam bidang ekonomi,” ujarnya saat acara diskusi bertajuk “Pemilu 2024, Perlukah Capres Alternatif” yang diselenggarakan oleh Kata Rakyat, di Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Benny Harman Ngaku Dengar Isu Anies Baswedan Dijegal Maju di Pilpres 2024

Sementara itu Peneliti Lembaga Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Muhamad Adnan Maghribbi berpendapat bahwa saat ini kesempatan bagi publik untuk menyebut nama-nama capres yang mereka sukai, sekalipun tidak begitu populer.

Memang akan ada hambatan bagi nama-nama yang akan beredar sebagai capres alternatif, namun ada kesempatan untuk menyeleksi capres alternatif dalam setahun ke depan.

Adnan juga mengajak warga kalangan millenial untuk aktif mencari nama-nama figur capres alternatif yang memiliki visi dan gagasan.

Senada dengan Alwan, Apriyanti Marwah, Peneliti Lembaga Kata Rakyat memaparkan hasil survey di media sosial tentang pandangan warga mengenai capres pilihan.

Dalam survey tersebut, 75 persen responden memilih capres berdasarkan gagasan dan visi. “Selama ini, capres populer masih berkutat pada popularitas, belum masuk ke gagasan” kata Apriyanti. (Willy Widianto)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.