NasDem Desak Kemenlu Lakukan Upaya Pembebasan Terhadap 60 WNI di Kamboja | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Bidang Hubungan International DPP Partai NasDem Martin Manurung mendorong pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kepolisiaan RI untuk sesegara mungkin melakukan segala upaya pembebasan terhadap 60 WNI yang ditahan di Phum 1, Preah Sihanouk, Kamboja.

Tentunya, Martin berharap pihak-pihak tersebut bisa mengembalikan 60 WNI itu dengan selamat ke Indonesia.

“Saya juga meminta Perdana Menteri Kamboja Samdech Hunsen untuk melepaskan koban penipuan perusahaan Kamboja yang merekrut 60 WNI di Kamboja dan mengembalikan 60 WNI tersebut dengan selamat ke Tanah Air,” kata Martin Manurung dalam keterangan yang diterima, Sabtu (30/7/2022).

Peryataan Martin itu guna menyikapi kondisi dan situasi di Kamboja, yang masih melakukan penahanan terhadap 60 WNI sampai hari ini.

Dimana, 60 WNI yang dilaporkan disekap di Kamboja merupakan korban lowongan kerja bodong dan bekerja di perusahaan penipuan online. 

Legislator Partai NasDem itu juga mendorong agar Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) lebih gencar lagi memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia terkait perekrutan calon Pekerja Migran ke Luar Negeri. Agar terhindar dari korban perdagangan manusia.

“Hal seperti ini semestinya bisa dihindari jika BP2MI lebih gencar lagi memberikan sosialisasi perekrutan calon pekerja migran ke luar negeri. Tujuannya tentu agak hal-hal seperti ini terjadi lagi,” terang Martin. 

Baca juga: Menlu: 55 WNI yang Disekap Perusahaan Online Scam Kamboja Berhasil Diselamatkan

Martin juga mendorong Kepolisian RI agar segera mengusut agen yang memberangkatkan 60 WNI ke Kamboja yang tidak sesuai prosedur.

“Kepada pihak Imigrasi juga saya harapkan menjadi benteng pertahanan terakhir sebelum melepas WNI ke luar negeri lebih waspada dan bertindak pencegahan agar tidak terjadi kasus perdagangan manusia terhadap masyarakat Indonesia,” tegas Martin.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.