Nasib Warga Sipil di Komplek Pabrik Baja Azovstal, Disebut Jadi Propaganda Ukraina | 31left

TRIBUNNEWS.COM, MARIUPOL – Pasukan Rusia menghentikan serangan ke komplek pabrik baja Azovstal di Mariupol, dari Kamis (5/5/2022) hingga Sabtu (7/5/2022).

Gencatan senjata sepihak itu membuka koridor kemanusiaan bagi warga sipil yang terjebak di kubu terakhir pasukan Ukraina dan milisi neo-Nazi Batalyon Azov.

Ada puluhan hingga ratusan warga sipil yang akhirnya bisa dievakuasi. Cerita yang muncul berbeda antara versi Ukraina dan Rusia yang mengepung Azovstal.

Warga sipil difilmkan militan Azov meninggalkan ruang bawah tanah mereka. Lalu begitu mencapai titik terdekat, diliput media Rusia di Desa Bezimennoe.

Di lokasi penyambutan, warga sipil itu disambut pasukan Rusia, perwakilan PBB dan Palang Merah Internasional. Ulasan situasi Azovstal ini dipublikasikan situs Southfront.org, Kamis (5/5/2022).

Baca juga: Kesaksian Pekerja Azovstal: Operasi Rusia Satu-satunya Cara Akhiri Neraka Ala Azov

Baca juga: Media Barat Kompak Tutupi Sepak Terjang Batalyon Azov Neo-Nazi Ukraina

Baca juga: Rusia Temukan Jejak Kekejaman Batalyon Neo-Nazi Azov di Bandara Mariupol

Cerita sesungguhnya bisa didapat dari kesaksian warga sipil yang selamat dan meninggalkan bunker-bunker di Azovstal.

Puluhan warga sipil mengkonfirmasi mereka disandera pasukan dan militan Ukraina. Beberapa dari mereka mengaku tidak mengetahui adanya koridor kemanusiaan.

Di sisi lain, beberapa dari mereka mengklaim militan Azov meyakinkan warga sipil mereka dapat meninggalkan Azovstal, tetapi tentara Rusia tidak akan menjamin keamanan mereka.

Cerita yang disampaikan, mungkin (Rusia) akan membunuh mereka. Klaim tersebut dianggap kebohongan terang-terangan yang bertujuan mengancam warga sipil.

Non-kombatan itu dipaksa tinggal di ruang bawah tanah, dikondisikan untuk jadi perisai manusia bagi pihak pasukan dan militan Ukraina.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.