Ozy Syahputra Dan Artis Lain Gunakan Metode Divine Oracular Assistance TRTO Buang Beban Emosi | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Terbukti efektif menuntaskan phobia, trauma, overthinking dan kecemasan dalam tempo singkat, puluhan artis mendatangi Coach Rheo.

Menghilangkan bayang-bayang penyebab trauma atau ketakutan bukan mudah. Memiliki trauma dan ketakutan mendalam memang tidak menyenangkan.

Adalah Caezarro Rey Abishur, akrab dipanggil Coach Rheo. Seorang pecinta dunia pengembangan diri yang selama 12 tahun belakangan telah mengembangkan metodologi sendiri dalam mengatasi masalah hidupnya.

“Dulu saya sering dilanda ketakutan dan kecemasan semenjak kerusuhan 98,” ujar Coach Rheo mengawali obrolannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Sejak peristiwa Mei 1998, Coach Rheo sering ketakutan tak beralasan. Pikiran sering dipenuhi skenario buruk tentang kematian. Setiap hendak tidur malam pikiran terganggu. Takut dan khawatir soal kematian. Hal ini mendorong Coach Rheo mencari solusi dengan berbagai sistem perbantuan yang ada.

“Semua membantu, meringankan, dan mampu memulihkan. Tapi tidak ada yang benar-benar membuat saya sembuh,” kenangnya.

Bukan waktu yang pendek. Selama rentang waktu tak kurang dari sepuluh tahun, waktu, tenaga, pikiran, dan uang terkuras. Namun usaha Coach Rheo akhirnya membuahkan hasil positif.

“Suatu hari semua ketakutan hilang begitu saja ketika saya mampu membuang beban emosi yang saya rasakan,” ujarnya.

Diawali dari empirisme tersebut, Coach Rheo menguji-cobakan pengalamannya kepada banyak relasi. Bagaimana menghilangkan trauma, phobia, overthingking, luka batin, dan beban emosi lainnya.

“Awalnya sempat ragu apakah hal ini bisa bertahan lama. Apakah beban emosi yang sudah dibuang akan kembali lagi. Karena kalau bicara tentang beban emosi percuma saja kalau sudah dibuang lalu kembali lagi, alias tidak permanen,” tegasnya.

Permanen lepas dari beban, terang Coach Rheo, adalah hasil akhir yang orang inginkan. Hal ini, menurutnya pernah dialami Santosa Amin, sutradara, pengisi suara Spongebob dan Suneo, yang pernah menjadi kliennya.

Seperti dituturkan Coach Rheo, Santosa Amin sempat mengeluhkan bagaimana sulitnya menghilangkan phobia terhadap ketinggian yang dialami sejak kecil. Setiap membayangkan ketinggian, Santosa Amin selalu mengalami hyperhidrosis. Tangannya menjadi berkeringat dan basah.

“Sekarang tangannya tidak basah lagi. Bahkan sudah dua tahun lebih sejak beban emosinya dibuang sekali pertemuan saja. ‘Phobia tinggiku hilang semua. Tanganku tidak lagi basah permanen,” ujar Coach Rheo mengutip pengakuan Santosa Amin.

Lain halnya dengan Doni Ramadhan. Produser film, pemilik rumah produksi Putaar Film ini sempat mengalami pukulan mendalam atas kepergian istrinya karena sakit. Sejak itu Doni Ramadhan hidupnya terpuruk, kurang gairah, dan sering merasakan kesedihan mendalam.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *