Pabrik Kimia di Kota Ukraina Timur Terbakar Usai Ditembak Militer Rusia | 31left

TRIBUNNEWS.COM, KYIV – Penembakan Rusia terhadap pabrik kimia Azot di kota Sievierodonetsk, Ukraina timur, memicu kebakaran besar pada Sabtu setelah kebocoran berton-ton minyak, kata gubernur regional, saat pertempuran memperebutkan kota itu berkecamuk.

Di provinsi tetangga Donetsk, media Rusia melaporkan bahwa awan asap besar terlihat membubung ke udara setelah ledakan di kota Avdiivka, yang menampung pabrik kimia lainnya.

Pertempuran selama berminggu-minggu untuk Sievierodonetsk, sebuah kota kecil di provinsi Luhansk yang telah menjadi fokus kemajuan Rusia di Ukraina timur, telah menghancurkan beberapa bagian kota dan telah menjadi yang paling berdarah sejak invasi Moskow 24 Februari.

Baca juga: Ukraina dan Inggris Prediksi Rusia akan Gunakan Senjata yang Dapat Menimbulkan Kerusakan Besar

Gubernur Luhansk, Serhiy Gaidai, tidak mengatakan apakah api di pabrik, tempat ratusan warga sipil berlindung, telah padam. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Berbicara di televisi nasional, Gaidai mengatakan pertempuran tanpa henti berkecamuk di Sievierodonetsk. Dia mengatakan sebelumnya bahwa pasukan Rusia menguasai sebagian besar kota tetapi Ukraina mengendalikan pabrik kimia Azot.

Staf umum angkatan bersenjata Ukraina mengatakan para pembela Ukraina menangkis serangan Rusia di satu bagian Sievierodonetsk pada hari Sabtu sementara pertempuran berlanjut di bagian lain.

Pasukan Ukraina juga mendorong kembali serangan Rusia di tiga kota kecil di barat laut Sloviansk di provinsi Donetsk, sementara pertempuran berlanjut di pemukiman keempat di daerah itu, serta di timur kota, kata staf itu dalam sebuah posting Facebook.

Baca juga: Sikap China Terkait Invasi Rusia: Dukung Pembicaraan Damai, Sebut Sanksi Tak Selesaikan Masalah

Kantor berita Rusia RIA memposting video yang dikatakan diambil dari Donetsk yang menunjukkan awan asap besar membubung dari Avdiivka, yang saat ini ditahan oleh pasukan Ukraina dan berada di utara kota Donetsk, yang dikendalikan oleh separatis berbahasa Rusia.

Reuters tidak dapat segera mengkonfirmasi laporan RIA atau keaslian video tersebut.

Ukraina telah meminta pengiriman senjata berat yang lebih cepat dari Barat untuk mengubah gelombang perang, dengan mengatakan pasukan Rusia memiliki setidaknya 10 kali lebih banyak artileri.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.