Pacuan Kuda Susi Air Cup di Pangandaran Dapat Apresiasi Dari Eddy Saddak | 31left

TRIBUNNEWS.COM, PANGANDARAN – Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Susi Air Cup Nusantara Derby 2022 berlangsung Sabtu (30/7/2022) ini di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Cimerak, Pangandaran, Jabar.

Kejurnas Nusantara Derby putaran 1 ini diselenggarakan oleh Komunitas Pacuan Kuda Indonesia (Indonesia Horse Racing Community) yang diinisiasi para tokoh senior berkuda Indonesia. Mereka adalah para pembina olahraga berkuda baik pacuan atau equestrian yang bertahun-tahun mengabdi untuk perkembangan dan kemajuan olahraga berkuda nasional.

IHRC menggelar sejumlah event berkuda di tengah tentangan dari PP Pordasi. Hebatnya, event-event pacuan yang diselenggarakan oleh IHRC justru lebih banyak menghadirkan peserta dibandingkan hajat PP Pordasi. Ini tidak mengherankan karena para pendiri IHRC sebelumnya berkiprah di PP Pordasi.

Sebagaimana disampaikan H.Mohammad Chaidir Saddak, MBA, IHRC berawal dari kekecewaan komunitas pacuan nasional atas Kejurnas Tahun 2020 di Bantul, DIY, di tengah pandemi Covid-19 serta gonjang-ganjingnya penyelenggaraan Kejurnas Tahun 2021 di Jatim dan Sumbar yang akhirnya dialihkan ke Jabar.

Namun, dalam perjalanan masa persiapan, PP Pordasi secara sepihak mencabut rekomendasinya. Meskipun demikian, Pengprov Pordasi Jabar dengan dukungan penuh dari para senior komunitas pacuan kuda tetap melaksanakan Kejurnas Pacuan Kuda Tahun 2021 di Legok Jawa, Pangandaran, yang menghasilkan juara Derby Indonesia.

Menginjak tahun 2022 pun tidak ada tanda-tanda akan digelarnya pacuan kuda oleh pemangku kebijakan, PP Pordasi. Maka, Komunitas Pacuan Kuda Indonesia pun awal 2022 merilis Kalender Kegiatan Pacuan Kuda Tahun 2022.

Itu, dimulai dari Jateng Derby pada 26-27 Januari di Tegal Waton, Salatiga. Lalu A.E Kawilarang Memorial Cup, 19 Februari di Legok Jawa, Pangandaran. Kedua event awal IHRC ini berjalan lancar meskipun dengan format “latihan bersama/latber’ karena tidak mengundang penonton.

Memasuki bulan Maret 2022, dengan kegiatan Triple Crown Seri I dan Pertiwi Cup di bulan April, IHRC mulai merasakan gangguan dan intimidasi. Alih-alih mendukung kegiatan yang digelar IHRC, PP Pordasi meminta IHRC mengubah nama eventnya. Akhirnya, di menit-menit akhir panitia secara legowo mengubah nama Pertiwi Cup menjadi Kartini Cup, dan Triple Crown menjadi Bupati Cup.

Mohammad Chaidir Saddak berharap, Kejurnas Susi Air Cup Nusantara Derby Round 1 ini bisa menjadi titik balik betapa pentingnya persatuan dalam pembinaan prestasi cabang pacuan kuda Indonesia yang tidak boleh berhenti, lantaran mempertahankan ego menjadi pengurus organisasi, namun tidak bisa menyelami hakikat dari keberadaannya dalam organisasi.

“Seyogyanya insan olahraga berkuda terutama pengurus itu paham betul apa impian para peternak, pelatih, joki, groom, dan para pemilik kuda. Yakni, menjadi yang terbaik diajang pacuan kuda nasional. Semoga momentum event ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh segenap lapisan masyarakat olahraga berkuda,” papar Eddy Saddak, sapaan akrab dari mantan ketum Pengprov Pordasi Jabar dan beberapa periode memimpin PP Pordasi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.