Pakai Pengisian Daya Induktif, Baterai Mobil Listrik Fiat 500 Nggak Habis Dibuat Jalan | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM – Pabrikan pembuat mobil Fiat yang berasal dari Belanda, Stellantis, tengah melakukan uji coba pengisian daya induktif pada baterai mobil listrik Fiat 500 di Arena Del Futuro.

Fasilitas pengujian yang berlokasi di Chiari, Italia, menggunakan sistem kumparan yang terletak di bawah aspal yang mentransfer energi langsung ke mobil, bus dan truk saat dilengkapi dengan komponen penerima daya khusus.

Energi itu mengalir langsung dari jalan ke motor listrik, memungkinkan mereka mengemudi tanpa kehabisan baterai.

Arena del Futuro menggunakan arus searah (DC) untuk mengurangi kehilangan daya selama proses distribusi energi.

Baca juga: Tertinggal di Bisnis Mobil Listrik, Honda Ajak Sony Produksi Kendaraan Bersama

Contoh jalan ini juga memungkinkan pembangun jalan untuk menggunakan kabel tipis yang terbuat dari aluminium, bukan tembaga, yang lebih murah dan lebih mudah didapat.

Pabrikan juga menjanjikan tidak ada kabel yang terbuka, sehingga aman bagi orang untuk berjalan di jalan yang dilengkapi dengan teknologi ini meskipun ada medan listrik.

Stellantis menyebut berhasil membuat Fiat 500 listrik melaju dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan energi apa pun yang tersimpan dibaterainya.

Pengujian pada intensitas medan magnet jalan ini membuktikan bahwa Fiat 500 dapat melakukannya tanpa berdampak pada pengemudi juga.

Baca juga: Hyundai Luncurkan SUV Mini Murah Seharga Rp 130 Jutaan

Hasil pengujian dinilai memuaskan, sebab di jalan raya dengan teknologi pengisian induktif jangkauan kendaraan listrik secara efektif dapat menjadi tak terbatas. Stellantis sedang mengerjakan teknologi ini dengan beberapa partner.

Kepala Unit Bisnis e-Mobilitas Global Stellantis Anne Lise Richard, mengatakan rencana strategis jangka panjang Dare Forward 2030 didasarkan pada premis untuk menghadirkan kebebasan mobilitas mutakhir bagi semua orang dan proyek ini adalah inti dari tujuan sebagai perusahaan.

“Proyek bersama ini adalah langkah yang menarik karena kami berupaya mencapai masa pakai baterai yang lebih lama, kecemasan jangkauan yang lebih rendah, efisiensi energi yang lebih besar, ukuran baterai yang lebih kecil, kinerja yang luar biasa dan bobot, serta biaya yang lebih rendah,” ungkap Richard dikutip dari Carscoops.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.