Pakar Epidemiologi : Penyebaran Covid-19 Ibarat Fenomena Puncak Gunung Es | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ada beberapa hal yang harus diwaspadai melihat, menyimak adanya trend kenaikan kasus.

Hal ini disampaikan oleh Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman.

Pertama, deteksi dini.

Pengamatan Dicky saat ini hampir di semua wilayah Indonesia strategi testing menjadi pasif dan masyarakat mulai terasa testing tidak seaktif dulu. 

Kedua, harus waspada dan memiliki kesadaran jika dalam penyebaran penyakit Covid-19, fenomena puncak gunung es selalu terjadi. 

Kemudian juga kita harus waspadai karena covid ini didominasi oleh kasus yang tidak bergejala. Artinya kasus sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Baca juga: Bukan Endemi, Pakar Epidemiologi Sebut Target Situasi Covid-19 Adalah Terkendali Usai Pandemi

“Namun karena mereka tidak bergejala, karena meningkatnya antibodi atau imunitas baik dari vaksinasi atau infeksi. Kasus masyarakat yang jauh lebih besar, bisa memicu penularan kepada kelompok yang paling rawan di masyarakat,” ungkapnya pada Tribunnews, Minggu (12/6/2022). 

Kelompok rawan bisa saja pada orang lanjut usia yang belum melakukan booster atau kelompok anak yang berusia di bawah lima tahun karena belum bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan masih banyak kelompok rawan lainnya yang belum bisa divaksinasi.

Bisa saja karena menurunnya proteksi di dalam tubuh.  

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.