Pakar Sebut Perlu Pembuktian dan Investigasi untuk Kategorikan Bjorka Hacker Hitam atau Putih | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Peretas atau hacker dengan nama Bjorka sedang santer diperbincangkan.

Pasalnya, hacker Bjorka menjual data berisi 1,5 miliar data registrasi kartu SIM seluler yang diklaim berasal dari situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Tidak hanya itu, Bjorka juga membocorkan sejumlah data pribadi para menteri Republik Indonesia termasuk Menkominfo Johnny G Plate dan Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan.

Bahkan Bjorka membocorkan surat rahasia Presiden Jokowi di situs breached.to pada Sabtu (9/9/2022) pekan lalu.

Terkait hal ini, pakar kompetensi keamanan siber, dr I Made Wiryana menyebut Bjorka bukanlah seorang hacker atau peretas, melainkan hanya orang yang memanfaatkan apa yang dia miliki.

“Kalau saya bilang bukan hacker. Perlu pembuktian dan investigasi lebih untuk mengategorikan dia (Bjorka) sebagai hacker hitam atau hacker putih,” kata Made dalam acara ROSI KOMPAS.TV, Kamis (15/9/2022).

“Jika dilihat bagaimana hacker bekerja, biasanya ada kelompok yang menemukan celah, lalu ada yang membuat alat bantu untuk menerobos celah tersebut, lalu ada kelompok yang menerapkannya,” imbuhnya.

Baca juga: Bjorka Asli Tertawa Polisi Salah Tangkap dan Beberkan Rahasia, Sebut Nama Jokowi dan Johnny G Plate

“Tinggal lihat, track record-nya dia itu apa. Kalau dia memang dikenal orang yang sering membocorkan data, mungkin memang dia orang yang telah mendapatkan data secara banyak.

“Belum tentu bisa dia bisa masuk ke dalam untuk mengambil data itu sendiri. Perlu investigasi lagi,” sambungnya.

Made juga setuju dengan pernyataan Pemerintah Indonesia lewat Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.