Pancasila Dapat Menjadi Pedoman Generasi Muda Berperilaku di Dunia Maya | 31left

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Keamanan Informasi dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sayuri Egaravanda menilai penanaman nilai Pancasila sangat penting dilakukan. 

Ia berharap bangsa Indonesia diharapkan menjadikan kembali Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Langkah ini, menurutnya, sangat penting untuk mencegah Pancasila terasing dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Baca juga: Moeldoko Hadiri Silaturahmi Kebangsaan dan Harlah Pancasila yang Digelar GPMP

“Pancasila hanya menjadi semacam dokumen sejarah dan menjadi “teks mati”. Pancasila hanya dipasang di tembok-tembok kantor dan dibaca pada saat upacara bendera, sedangkan nilai-nilainya kurang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sayuri melalui keterangan tertulis, Selasa (14/6/2022).

Hal tersebut disampaikan oleh Sayuri dalam acara Literasi Nilai-Nilai Pancasila kepada pelajar SMA di Aula Diskominfo DIY.

Menurut Sayuri, pihaknya berupaya menggali pemikiran dan membumikan Pancasila terutama di setiap perilaku pemuda pemudi pelajar.

“Pelajar nantinya akan menjadi penerus kaum tua dan menjadi pewaris tugas dan kewajiban menjaga serta mengamalkannya,” ucap Sayuri.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengungkapkan bahwa Pancasila menjadi sangat urgent bagi generasi muda di tengah transformasi teknologi saat ini.

Pancasila, kata Eko, dapat dijadikan pedoman berperilaku tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia maya atau misalnya di media sosial.

“Seperti untuk bagaimana menghargai perbedaan, menjaga perikemanusiaan, menjaga persatuan, membiasakan musyawarah, dan membiasakan berperilaku adil,” kata Eko.

Eko juga menambahkan bahwa di DIY sendiri telah memiliki Peraturan Daerah No.1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Sehingga hal tersebut harus terus didorong oleh Pemerintah khususnya ditujukan untuk para generasi muda.

“Pemerintah perlu mensosialisasikan buku-buku dimana generasi muda dapat belajar tentang Pancasila secara langsung. Selain itu ke depan kami juga meminta Pemda untuk membuat destinasi wisata sejarah, sehingga anak-anak tidak hanya mempelajari Pancasila secara teks tetapi juga dapat memahami konteks dan kesejarahannya dengan cara yang gembira,” kata Eko.

Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 15 pelajar SMA yang berasal dari wilayah Kota Yogyakarta. 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.