Pemerintah Diharapkan Lakukan Kajian Terhadap Produk Tembakau Alternatif Sesuai Analisis Risiko | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penerapan teknologi pada produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, terbukti mampu mengurangi risiko paparan secara signifikan bagi penggunanya dibandingkan dengan rokok. 

Hal ini dikarenakan produk tersebut menerapkan sistem pemanasan dalam penggunaannya, bukan pembakaran seperti pada rokok. 

Akademisi dari Universitas Padjadjaran, Amaliya menjelaskan, penerapan sistem pemanasan pada produk tembakau alternatif menghasilkan uap, sehingga bebas TAR saat digunakan oleh konsumennya.

Baca juga: Regulasi Berbeda Diperlukan Demi Hindari Misinformasi Produk Tembakau Alternatif

“Bukti-bukti kajian ilmiah dari dalam dan luar negeri sudah banyak mengungkapkan bahwa sistem pemanasan dapat mengurangi risiko,” ujar Amaliya saat dihubungi wartawan, Minggu (8/5/2022).

Beberapa diantaranya adalah penelitian Konstantinos Farsalinos dari University of Petra, Yunani, dan Riccardo Polosa dari University of Catania, Italia, dan Peter Hajek dari Inggris. 

Amaliya mengungkapkan penelitian ketiganya menyimpulkan bahwa produk tembakau alternatif mampu menurunkan zat berbahaya 75 persen hingga 90 persen. 

“Risiko terpapar zat berbahaya pun menurun,” ucapnya. 

Karena berhasil menurunkan zat berbahaya hingga 90 persen, para perokok yang beralih ke produk tembakau alternatif menunjukkan perbaikan fungsi paru-paru dan pembuluh darah. 

“Penelitian di Indonesia masih terbatas, namun riset systematic review dengan validitas bukti yang tinggi yang dibuat tim Pusat Studi Unggulan Pelayanan Farmasi Universitas Padjadjaran memperlihatkan keamanan dan efektifitas yang baik untuk program berhenti merokok,” tuturnya. 

Amaliya berharap produk tembakau alternatif dapat dimaksimalkan untuk membantu pemerintah menurunkan prevalensi merokok. 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.