Pengamat Bicara soal Tokoh Muda yang Berpeluang Maju di Pilpres 2024 | 31left

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai dari sekian banyak nama muda yang digadang-gadang maju di Pilpres 2024, nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih berpeluang dibanding nama muda lainnya

“Alasannya, AHY punya partai dan berpeluang dicalonkan Partai Demokrat, sedangkan Erick Thohir dan Sandiaga Uno bukan ketua parpol,” kata Jerry dalam keterangan yang diterima, Rabu (25/5/2022).

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa munculnya capres-cawapres muda potensial lainnya sangat tergantung pada pengusung dari gabungan partai politik.

“Sekarang ini, sudah mulai diformulasikan tingkat popularitas dan elektabilitas generasi milenial yang mempunyai potensi untuk dipasangka untuk melihat potensi untuk dicalonkan,” kata Jerry.

Baca juga: PKB Sebut Jenderal Andika Masuk Radar untuk Didukung Maju Pilpres 2024

Bukan tidak mungkin, dikatakan Jerry, capres-cawapres tersebut bakal muncul di detik-detik akhir sebagaimana pernah terjadi pada Pemilu 2019.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa politik elektoral yang ada di Indonesia memang hanya berdasarkan popularitas dan elektabilitas.

“Popularitas lebih banyak berhubungan dengan dikenalnya seseorang, baik dalam arti positif, ataupun negatif. Sementara elektabilitas berarti kesediaan orang memilihnya untuk jabatan tertentu,” kata dia.

“Oleh sebab itu, dalam konteks politik, elektabilitas dapat diartikan sebagai tingkat ketertarikan masyarakat umum terhadap figur politik, partai, atau lembaga politik. Hal ini juga meliputi kemungkinan masyarakat untuk memilih partai politik tersebut maupun kandidat yang maju dalam pesta demokrasi,” kata Jerry .

Oleh sebab itu, dua mengatakan para kandidat akan berlomba-lomba mempromosikan diri agar menjadi pemimpin yang populer dikenal oleh masyarakat luas.

Baca juga: Ingin Pimpin Poros Baru Koalisi Pilpres 2024, Waketum PKB: Tapi Harus Sadar Diri

Untuk mengenalkan kepada khalayak, pemilih juga memerlukan media yang membutuhkan biaya.

“Di Amerika Serikat jika ada kandidat potensial di suatu negara bagian, maka ada penggalangan dana publik yang kredibiltasnya bisa dipertangungjawabkan untuk membiayai kader yang potensial, namun tidak mempunyai dana untuk memperkenalkan diri kepada publik,” kata Jerry.

“Hal tersebut seharusnya bisa untuk dilakukan di Indonesia dengan membentuk lembaga keuangan publik untuk menghimpun dana publik untuk membiayai kandidat yang mempunyai kualitas yang baik,” pungkas Jerry.(*)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.