Pengamat Ini Beberkan Latarbelakang ‘Kakak Asuh’ Ferdy Sambo, Perannya Tak Main-Main | 31left

Laporan Wartawan Kompas TV, Kurniawan Eka Mulyana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi mengatakan, ‘kakak asuh’ Ferdy Sambo memiliki posisi strategis di internal Kepolisian Republik Indonesia.

Para ‘kakak asuh’ itu ada yang masih aktif, dan ada yang sudah tidak aktif di kepolisian.

Penjelasan Muradi tersebut disampaikan dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Rabu (21/9/2022).

“Formal itu adalah kakak asuh yang masih aktif dan memiliki posisi strategis dan informal itu kakak asuh yang sudah tidak pegang posisi tapi sebelumnya strategis,” tuturnya.

“Dua ini saya mengingatkan sejak pertama jadi tersangka, karena ada karakter yang seolah-olah mau menyelamatkan, minimal mengurangi hukuman dari total sangkaan hukuman mati dari yang bersangkutan.”

Baca juga: Pengamat: Ending Kasus Ferdy Sambo Tergantung Ketegasan Kapolri

Menurutnya, ‘kakak asuh’ ini punya peran, misalnya membangun persepsi publik saat persidangan Ferdy Sambo atau FS bahwa seolah-olah FS ini innocent dan sebagainya.

“Ini akan mengganggu ataupun mempengaruhi perspektif hakim dan jaksa.”

Saat presenter Sapa Indonesia Malam, Aiman Witjaksono, menanyakan, apakah ‘kakak asuh’ tersebut berasal dari  internal Polri?

Muradi membenarkan, dan menjelaskan bahwa yang ia maksud adalah senior FS di Akademi Kepolisian (Akpol).

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.