Pengamat Nilai Pertemuan Jokowi dan Xi Jinping Bawa Misi Penguatan Kerja Sama Ekonomi | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat Ekonomi Unika Atma Jaya Rosdiana Sijabat menilai, pertemuan antara Presiden Joko Widodo Jokowi dengan Presiden China Xi Jinping memiliki makna besar, khususnya terhadap perekonomian dua negara yakni Indonesia dan China.

“Menurut saya pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Presiden China itu punya makna sangat besar untuk kedua negara. Jokowi ketemu Xi Jinping itu maknanya baik bagi Indonesia maupun bagi Tiongkok, dan sama-sama penting,” kata Rosdiana dalam keterangan yang diterima, Rabu (27/7/2022).

Dikatakan Rosdiana, kunjungan Jokowi ke China ini adalah satu signal yang sangat kuat usai dirinya melakukan kunjungan ke negara Eropa beberapa waktu lalu, dimana Eropa sendiri sedang dalam kondisi bahaya menghadapi krisis ekonomi akibat perang Rusia-Ukraina.

Baca juga: Jokowi Kunjungi China, Jepang dan Korea Selatan, Pengamat Harap Presiden Turut Bahas Empat Isu Ini

Usai kunjungan itu, Presiden Jokowi melihat ada hal penting lain yang harus dilakukannya di kawasan, yaitu bertemu dengan Presiden Xi JinPing di China.

“Saya kira kita bisa melihat dengan muda bahwa perekonomian kita memang dengan perekonomian China ini sama-sama punya kepentingan penting. Bagi Indonesia secara perdagangan internasional, China ini menjadi salah satu negara destinasi ekspor kita yang sangat penting, kira-kira sekitar 22 persen total ekspor kita itu ke pasar China,” ucapnya.

Hal ini, menurut Rosdiana sangat penting dilakukan oleh Presiden Jokowi selain untuk memudahkan ekspor produk-produk domestik ke luar, juga menguatkan kerja sama impor antar dua negara ini khususnya bahan material, bahan baku yang digunakan untuk mendukung industri manufaktur yang bisa mendorong produktivitas industri di Indonesia.

“Jadi dari sisi ekspor maupun impor sama sangat pentingnya. Saya kira kunjungan Jokowi ke China ini terkait dengan bahwa negara ini salah satu investor terbesar di Indonesia, mungkin setelah Singapura, Hongkong lalu China itu adalah negara-negara Asia yang sangat penting peranannya sebagai sumber modal asing di Indonesia,” ucapnya.

“Saya kira banyak sekali proyek infrastruktur kita yang finansialnya dari China, hingga sangat strategis sekali perekonomian negara ini bagi negara kita. Kita perlu mengamankan negara-negara yang memiliki peran penting dalam perekonomian kita. Kenapa, selain market domestik memang kita menyasar market luar yang kita tau China itu punya peran besar bagi market kita,” imbuhnya.

Oleh karena itu, satu di antara beberapa cara lanjut Rosdiana, untuk menghindari resesi adalah dari sisi menggiatkan aktivitas ekonomi internasional melalui perdagangan maupun investasi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.