Peningkatan Infrastruktur Lokasi Food Estate Dukung Tumbuhnya Multi Sektor | 31left

TRIBUNNEWS.COM- Kembali mengunjungi lokasi Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau setelah sembilan bulan lamanya, membuat Media Analis, Deny Indra, terkejut karena tidak lagi membutuhkan waktu yang lama. Indra kini hanya membutuhkan waktu tempuh tidak lebih dari 40 menit dari simpang Tahai saat mengikuti kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, Optimis ke Desa Belanti Siam dan Desa Gadabung Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (17/11/2022). Infrastruktur jalan ke Kecamatan Pandih Batu sudah diperbaiki, mengetahui beberapa titik jalan dulu susah dilewati karena berlumpur. Kini bahkan juga sudah dibangun jembatan yang kokoh.

“Luar biasa, seakan mimpi infrastruktur jalan dan jembatan sudah terbangun dengan baik dan lancar, ini akan mempermudah akses orang mapun hasil produksi khususnya pertanian akan semakin lancar. Tentu ini akan menjadi daya ungkit dan magnet baru bagi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah” ucap Indra.

Gubernur Kalimantan Tengah yang menikmati sepanjang perjalanan, setibanya di lokasi mengungkapkan rasa syukurnya atas terbangunnya infrastruktur dan jalan yang telah memperlancar akses dari dan ke lokasi food estate.  “Alhamdulilah, tanpa hambatan tiba disini tidak lebih dari 40 menit dari simpang Tahai” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menuju Kecamatan Pandih Batu lokasi food estate adalah program pendukung utama yang berjalan seiring dengan pengembangan food estate. Ia mengklaim bahwa program besar dan strategis tidak ada manfaatnya tanpa didukung infrastruktur yang memadai.

“Program strategis ini akan mubazir dan tidak bermanfaat tanpa didukung jalan dan jembatan yang mapan dan mantap, karena ketidaksediaan infrastruktur pendukung akan melahirkan masalah baru. Aksesbilitas dan konektifitas yang buruk akan berdampak tidak lancarnya daya angkut produksi, sehingga berdampak tingginya biaya transportasi, dan jasa lainnya” bebernya.

Sebagaimana diketahui program food estate yang berlokasi di Desa Belanti Siam dan Desa Gadabung Kabupaten Pulang Pisau dan di Kabupaten Kapuas merupakan program strategis nasional usulan Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2017 yang telah disetujui pelaksanaannya oleh Presiden Joko Widodo. Sebuah mega program ketahanan pangan, bukan hanya untuk Kalimantan Tengah, namun juga diharapkan menjadi bagian penting ketahanan pangan nasional, terlebih dalam menghadapi inflasi dan ancaman krisis.

“Program food estate ini bukan hanya perkara pangan, ia akan memberikan multiflyer efek. Lihatlah masyarakat sekitarnya, dengan tersedianya infrastruktur jalan dan jembatan, hingga listrik yang tersedia saat ini, aktifitas perekonomian menggeliat, kehidupan sosial masyarakat tumbuh dan berkembang dengan baik” ujarnya.

Sugianto Sabran optimis dengan food estate akan menjadi magnet baru dalam melahirkan pertumbuhan multi sektor lainnya, seperti pariwisata, pusat penelitian dan pendidikan, hingga pengembangan teknologi terbarukan.

Ia menekankan dengan adanya food estate, semua elemen masyarakat perlu melihat peluang yang ada sebagai suatu momentum mempersiapkan diri, terlebih kaum milenial untuk menjadi bagian penting dalam program tersebut, bukan hanya menjadi penonton.

“Peluang itu ada di depan mata, tinggal niat dan keinginan untuk menangkap peluang itu” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk membangun Kalimantan Tengah kuncinya hanya kebersamaan dan mengenyampingkan perbedaan.

“Perbedaan jangan dimaknai perpecahan, dan jangan dipaksa persamaan menjadi perbedaan. Saat kita perdebatkan perbedaan, bangsa lain sudah sampai bulan. Kita hanya bangga produksi terang bulan, bangsa lain produksi bom atom, kita hanya bangga produksi kacang atom” pungkasnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *