Pentagon Akui Ukraina Butuh Latihan Operasikan HIMARS: Tak Berguna jika Tidak Maksimal | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Pentagon menegaskan bahwa pasukan Ukraina membutuhkan pelatihan komprehensif agar bisa mengoperasikan roket presisi jarak jauh M142 HIMARS dari AS.

Kepala Staf Gabungan, Mark Milley mengatakan pelatihan untuk pasukan Ukraina difokuskan untuk membangun satu peleton pada satu waktu untuk mengoperasikan HIMARS.

Proses yang membutuhkan waktu ini, otomatis akan memperlambat pengiriman sistem roket tersebut.

“(Himars adalah) sistem jarak jauh yang sangat canggih,” kata Jenderal Milley kepada wartawan, Rabu (8/6/2022).

“Kami harus mensertifikasi orang-orang ini untuk memastikan bahwa mereka tahu cara menggunakan sistem dengan benar,” imbuhnya, lapor Straits Times

Baca juga: Rusia Tak Main-main Dengan Senjata HIMARS Kiriman AS, Kembali Ancam Ukraina Dengan Pernyataan Ini

Baca juga: Sudah 107 Hari, Kapan Operasi Militer Rusia di Ukraina akan Berakhir?

HIMARS
HIMARS (US Army)

Ia mengatakan, Pentagon berkoordinasi dengan militer Ukraina untuk mempersiapkan tim untuk mengoperasikan HIMARS.

M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) adalah peluncur roket multiple ringan AS yang dipasang pada kerangka truk Medium Army Tactical Vehicle (MTV) standar.

HIMARS mulai dikembangkan pada akhir 1990-an untuk Angkatan Darat AS.

Menurut catatan Wikipedia, HIMARS pernah digunakan selama perang Afghanistan, perang Suriah, dan di Irak pada 2014-2017.

Dilaporkan The Guardian, sistem M142 HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi) adalah versi roda-mount yang dimodernisasi, lebih ringan dan lebih gesit dari M270 MLRS yang dipasang di trek yang dikembangkan pada tahun 1970-an untuk pasukan AS dan sekutu.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.