Penyebab Hujan Masih Turun di Musim Kemarau, BMKG Sebut Ada Faktor La Nina, Apa Itu? | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengapa hujan masih turun meski sudah memasuki musim kemarau.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan salah satu faktor penyebab hujan masih turun di musim kemarau adalah adanya fenomena La Nina.

Dikutip dari laman BMKG, La Nina adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

La Nina adalah kebalikan dari El Nino.

Saat La Nina terjadi, kondisi Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

“Kondisi tersebut masih turut berpengaruh terhadap penyediaan uap air secara umum di atmosfer Indonesia,” ungkap Guswanto di Jakarta, Sabtu (16/7/2022) lalu.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Kamis 21 Juli 2022: Jakarta Selatan Cerah di Pagi dan Siang Hari

Guswanto mengatakan, BMKG memprakirakan curah hujan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia hingga 23 Juli 2022.

Faktor Dipole Mode Samudra Hindia

Selain La Nina, faktor lain yang mempengaruhi masih turunnya hujan di musim kemarau adalah faktor dipole mole.

Dipole Mode (DM) adalah fenomena interaksi atmosfer laut yang terjadi di Samudra Hindia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.