Penyebab Suhu Panas di Indonesia, Berikut Penjelasan BMKG: Bukan Gelombang Panas | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Belakangan ini, suhu panas tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

Dikutip dari Instagram @infobmk, BMKG menjelaskan, suhu panas terik yang melanda wilayah Indonesia bukan fenomena Gelombang Panas.

Menurut World Meteorological Organization (WMO), gelombang panas atau dikenal dengan “Heatwave” merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut.

Baca juga: Mengapa Cuaca Terasa Sangat Panas Beberapa Hari Ini? Apa Penyebab Suhu Tinggi di Indonesia?

Baca juga: Suhu tahunan bumi diperkirakan naik hingga 1,5 derajat Celsius selama lima tahun ke depan

Ilustrasi suhu panas
Ilustrasi suhu panas (Pixabay/Sumekler)

Fenomena gelombang panas ini memiliki suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.

Fenomena gelombang panas biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika.

Hal tersebut dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah.

Sementara yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.

BMKG menjelaskan, berdasarkan data hasil pengamatan BMKG selama periode tanggal 1–7 Mei 2022, suhu maksimum terukur berkisar antara 33 – 36.1 derajat C dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 derajat C terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

Suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada bulan April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38.8 derajat C di Palembang pada tahun 2019.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.