Perbaikan Ditunda, Kapal Induk Rusia Kuznetsov Gagal Berlayar | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, MOSCOW – Pemerintah Rusia mengumumkan penundaan perbaikan pada kapal induk Admiral Kuznetsov milik Angkatan Laut Rusia, imbas penundaan ini kapal Kuznetsov terpaksa gagal berlayar.

Diluncurkan pada 1985 silam, kapal Admiral Kuznetsov sendiri merupakan satu-satunya kapal induk kebanggaan angkatan laut Rusia. Sejak awal dirilis kehadirannya kapal penjelajah pembawa pesawat proyek 11435 ini, dirancang untuk membantu tugas dari angkatan militer Rusia.

Diantaranya seperti membantu kesinambungan selama pertempuran, mengirimkan serangan udara ke musuh, serta mendukung operasi pendaratan pasukan angkatan udara Rusia.

Baca juga: Imbangi Sanksi Uni Eropa, Rusia Tingkatkan Ekspor Minyak dari Pelabuhan Kozmino

Namun sayang pada Desember 2019, kapal ini mengalami kebakaran hebat hingga melahap area kapal seluas 500 meter persegi dan merusak beberapa kabel tenaga listrik. Tak hanya itu kebakaran tersebut juga menewaskan satu orang prajurit dan 12 lainnya mengalami luka berat.

Semenjak insiden tersebut kapal induk Admiral Kuznetsov mengalami beberapa reparasi, namun di tahun ini perbaikan Kuznetsov mengalami penundaan perbaikan. Mengutip seorang sumber pertahanan Rusia, penundaan ini terjadi karena adanya cacat dalam pekerjaan.

Hal inilah yang membuat kapal induk Rusia gagal berlayar sesuai rencana. Dilansir dari Reuters, aktivitas reparasi nantinya akan kembali dimulai pada 2023, dengan begitu Kuznetsov dapat kembali beroperasi seperti semula di tahun 2024 mendatang.

Baca juga: Dubes Rusia untuk Amerika Mengaku Diminta Mengkritik Pemerintahan Putin

“Satu-satunya kapal induk Rusia, Laksamana Kuznetsov, mengalami penundaan perbaikan lagi dan tidak akan masuk kembali ke layanan paling cepat 2024,” ujar kata sumber pertahanan Rusia.

Meski kecanggihan kapal induk ini masih kalah jauh apabila dibandingkan dengan kapal milik Amerika Serikat, namun kapal Admiral Kuznetsov yang memiliki bobot 58.000 ton dan panjang 304,5 meter ini dapat melaju kencang dengan kecepatan 200.000 tenaga kuda.

Sementara dari segi fasilitas kapal induk ini pun mampu mengangkut 24-26 jet tempur dan 12 helikopter, untuk membantu melakukan serangan udara Admiral Kuznetsov bahkan dipersenjatai dengan sistem rudal anti-kapal P-700 Granit dan rudal 3K95 Kinzhal.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.