PEVS 2022: EV Track Zone & Program Talkshow Bersama Ketua Komisi VII DPR RI Jadi Magnet Utama | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perhelatan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 memasuki penyelenggaraan hari kedua, dan kegiatan yang menjadi magnet utama pada hari kedua ini diantaranya Indoor Test Ride dan juga Talkshow oleh Formula Electric Student.

Antusiasme tinggi datang dari pengunjung yang hadir untuk melihat langsung kendaraan listrik yang dipamerkan. 

Pengunjung juga memadati area EV Track Zone, sejumlah brand pada area lokasi test ride tak luput dilirik oleh pengunjung diantaranya unit Gesits G1, NIU, dan Rakata NX 3. Tercatat lebih dari 100 pengunjung yang mencoba kendaraan listrik pada area yang berada di hall C3.

Pengunjung yang ingin melakukan Indoor Test Ride di PEVS 2022 tidak perlu membayar biaya tambahan, cukup mendaftarkan diri di area pendaftaran.

Pengunjung dapat melakukan Test Ride di dalam ruangan dengan kualitas udara yang terjaga, karena kendaraan listrik adalah kendaraan tanpa emisi.

Pelaksanaan hari kedua PEVS 2022 semakin ramai dengan adanya Talkshow Formula Electric Student bertajuk ‘Kendaraan Listrik dan Renewable Energy’.

Talkshow dibuka dengan penyampaian kata sambutan oleh Sekretaris Jenderal Periklindo, Tenggono Chuandra Phoa.

“Saya harap kepada adik-adik mahasiswa yang ada di Indonesia, ayo kita bangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sehingga kita bisa menjadi produsen kendaraan listrik yang lebih baik lagi. PERIKLINDO siap mendorong dan mendukung berkembangnya kendaraan listrik di Indonesia. Kami juga berharap Bapak-Ibu Anggota DPR dapat menciptakan peraturan yang mendukung keberlangsungan kendaraan listrik kedepannya,” papar Tenggono.

Kegiatan talkshow berlangsung menarik dengan hadirnya Ketua Komisi VII (Bidang Energi, Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi, Inovasi dan Perindustrian) DPR RI Sugeng Suparwoto dan Head Formula Electric Student Yanuar Anaba selaku narasumber.

Menurut Sugeng, energi fosil yang meliputi minyak, gas dan batubara hari ini menimbulkan problem sistemik karena bersifat polutif, keberadaan yang semakin terbatas, dan rentan dalam harga internasional yang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk faktor politik. Ia menambahkan, Indonesia bertekad untuk mengurangi emisi karbon.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.