Polisi Keluhkan Letak Rest Area yang Hadap-hadapan: Tidak Bisa Dilakukan Contraflow | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polri memprotes pengelola jalan tol yang membuat rest area dengan desain berhadap-hadapan.

Hal tersebut membuat polisi kerap kesulitan membuat rekayasa lalu lintas jika terjadi kemacetan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi menyampaikan kendala itu terlihat saat pihak kepolisian ingin melaksanakan rekayasa lalu lintas contraflow saat arus mudik dan balik lebaran 2022.

“Yang tidak bisa contraflow itu kalau rest areanya hadap-hadapan. Mungkin ini juga jadi evaluasi kita ke depan bahwa pengelola jalan tol jangan buat rest area hadap-hadapan. Kemarin ada yang kita lihat ada sky bridgenya tuh,” kata Firman kepada wartawan di Tol Kalikangkung pada Kamis (5/5/2022).

Baca juga: Arus Balik Sumatera ke Jawa Meningkat, Ribuan Kendaraan Melintas di Gerbang Tol Bakauheni Selatan

Menurutnya, rest area yang berhadapan membuat polisi tidak bisa melakukan skema lalu lintas. Pasalnya, banyak pengendara yang parkir di bahu jalan rest area karena tidak mendapatkan tempat parkir.

“Kalau saja lapangan parkir (rest area) di belakang luas semoga cukup tapi ketika (tak cukup) badan ke depan digunakan di jalur A tidak bisa contraflow dan dijalur B tidak bisa contraflow. ini kerugiannya,” jelas Firman.

Karena itu, Firman meminta pengelola jalan tol lebih memperhatikan lokasi pembuatan rest area agar tak berdekatan. Hal tersebut guna memastikan kapasitas jalan yang cukup dilakukan rekayasa lalu lintas.

“Jadi kita merekomendasikan rest area berjauhan supaya pengelola jalan tol bisa memanfaatkan median itu untuk ada sebelum itu untuk dibuka ditutup dari arah bersebrangan untuk memastikan ketika dibutuhkan suatu contraflow kapasitas jalan ini bisa kita gerakan. Ini evaluasi kemarin,” pungkas dia.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.