Polisi Tangkap 6 Orang Mafia Tanah di Kabupaten Bogor: Modusnya Hapus Data di Sertifikat Lama | 31left

TRIBUNNEWS.COM, CIBINONG –¬†Polisi menangkap 6 orang mafia tanah di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mafia tanah tersebut melakukan pemalsuan sertifikat tanah Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) .

Baca juga: Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto Luncurkan Hotline Pengaduan untuk Lawan Mafia Tanah

Para pelaku adalah MT (30), SP (31), AR (28), AG (23), RGT (25), DK (49).

Mereka memiliki peran masing-masing seperti calo, perantara, memalsukan berkas sertifikat serta orang dalam yakni oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menjelaskan bahwa kawanan mafia tanah ini menggunakan sertifikat PTSL tahun 2017-2018 yang belum diserahkan ke pemiliknya karena kurangnya persyaratan.

Data yang tertera di dalam sertifikat asli tersebut dihapus oleh pelaku menggunakan cairan pemutih pakaian bayclin lalu diubah isinya sesuai permintaan.

“Modusnya mereka menggunakan sertifikat yang sudah ada, yang dari 2017-2018. Kemudian mereka hapus isinya menggunakan bayclin. Nanti setelah bersih, mereka masukan data pemilik baru sesuai dengan pemohon kepada calo-calo ini,” kata AKBP Iman Imanuddin dalam jumpa pers di Mako Polres Bogor, Senin (1/8/2022).

Ulah para pelaku ini, kata dia, bisa mengakibatkan tumpang tindih sertifikat tanah dengan sertifikat yang sudah diterbitkan BPN sehingga dapat menimbulkan konflik.

Baca juga: Korban Mafia Tanah, Keluarga Nirina Zubir Optimis Aset Keluarganya Kembali 

Dalam pemalsuan ini, diantara pelaku juga ada orang dalam yakni oknum pegawai ASN di BPN berinisial DK sehingga mereka mampu masuk ke sistem database BPN.

“Yang bersangkutan menyalahgunakan kemampuannya untuk bisa mengakses ke data yang miliki BPN. Makanya satu orang ASN dari BPN kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar AKBP Iman Imanuddin.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.