Politisi Golkar Sebut Jusuf Kalla Dukung Penuh Airlangga Hartarto Maju Pilpres 2024 | 31left

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Partai Golkar menyebut dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk maju di Pilpres 2024 terus berdatangan.

Salah satunya dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK.

“Pak JK sudah sangat terang benderang mendukung Pak Airlangga sebagai capres, 1.000 persen,” kata Ketua DPP Partai Golkar Lamhot Sinaga kepada wartawan, Rabu, (27/7/2022).

Lamhot juga mengklaim dukungan kepada Airlangga tak hanya dari JK, tapi Presiden Jokowi juga turut mendukung.

Bentuk dukungan itu, dikatakan Lamhot, yakni Airlangga dipercaya sebagai  Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Bagi kita penugusan itu tentunya adalah sebagai penguatan terhadap proses Pak Airlangga sebagai calon presiden,” kata Lamhot.

Meski begitu, Lamhot belum mau sesumbar calon wakil presiden yang akan didukung mendampingi Airlangga Hartarto.

Legislator Komisi VII DPR RI itu mengatakan kriteria cawapres masih digodok bersama.

“Syarat atau kriteria akan dirumuskan dengan anggota KIB lainnya. Sampai saat ini belum dirumuskan bagaimana kriterianya, tapi dari Partai Golkar sudah juga sudah seleksi dari tingkat bawah,” kata Lamhot.

Terpisah, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago sepakat jika partai mengutamakan kadernya untuk diusung di Pilpres

Bahkan menurutnya, Cawapres pun idealnya dari partai.

Baca juga: Elektabilitas Pasangan Airlangga-Zulkifli Hasan Hanya 1,4 % , Pengamat Sebut KIB Tidak Efektif

“Tiket itu jangan dijual ke yang lain, dipakai untuk kader, dipakai oleh orang yang berkontribusi di partai dan sudah berkarya. Mestinya begitu idealnya. Tapi pada prakteknya tidak begitu, padahal tatanan idealnya, karcis itu jangan dijual ke yang lain,” ujar Pangi.

Pangi menilai jal itu  akan melukai dan mengganggu semangat kaderisasi dari bawah, sehingga selama ini terkesan seolah partai itu bisa dibeli, transaksional dan pragmatis.

“Jangan sampai kemudian orang partai itu dianggap enggak mampu dan enggak bisa diandalkan. Jangan sampai orang mudah sekali, tidak masuk partai, enggak besarkan partai, enggak usah berkontribusi di partai tiba-tiba dijadikan capres,” tandas Pangi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.