Polri Masih Lakukan Investigasi Soal Dugaan Dana ACT Mengalir ke Jaringan Terorisme | 31left

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bareskrim Polri masih melakukan investigasi soal dugaan penggelapan dana donasi oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang mengalir ke jaringan terorisme.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wardittipideksus) Kombes pol Helfi Assegaf menyatakan, dalam hasil gelar perkara penentuan tersangka yang dilakukan siang tadi, pihaknya belum menemukan adanya dugaan aliran dana tersebut.

“Kami melihat belum ditemukan (dugaan aliran dana) ke sana (jaringan terorisme),” kata Helfi saat jumpa pers di Gedung Mabes Polri, Senin (25/7/2022).

Baca juga: Polisi Tetapkan Ahyudin dan Ibnu Khajar Jadi Tersangka Penyelewengan Dana ACT: Belum Ada Penahanan

Oleh karenanya kata dia, untuk saat ini penelusuran mendalam soal aliran dana itu masih akan dilakukan.

Pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan RI (PPATK) untuk keperluan tracing asset.

“Kami akan melakukan pendalaman pada saat audit investigasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar menduga aliran dana lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) ke sejumlah negara jaringan terorisme di luar negeri adalah ke Turki dan India.

Itu disampaikannya selepas Gelaran acara Gowes Kebangsaan Dalam Rangka Hari Ulang Tahun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ke-12 di Area Car Free Day PIK 2, Jakarta Utara, Minggu (24/7/2022).

“Sementara kan India dan Turki, sementara dua negara itu yang dicurigai ada pihak-pihak penerima,” kata Biy Rafli Amar.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.