Potensi IPO Perusahaan Sawit Semakin Besar Setelah Keran Ekspor CPO Dibuka | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebijakan pemerintah membuka kembali keran ekspor Crude Palm Oil (CPO) berpotensi membuat perusahaan sawit untuk melakukan penawaran saham umum perdana (IPO).

Hal itu dikatakan Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) Robiyanto di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

NSS sebagai perusahaan perkebunan sawit akan menjadikan momentum kenaikan harga CPO untuk melepas saham ke publik di tahun ini.

“Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas bisnis dan memastikan tata kelola perusahaan menjadi lebih akuntabel dan transparan karena menjadi milik publik,” terang Robiyanto.

Baca juga: Indonesia Perluas Pasar Ekspor CPO dan Minyak Goreng ke Pakistan

Robiyanto mengatakan perusahaan menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp 900 miliar.

“Dana hasil IPO akan digunakan untuk membiayai kegiatan penanaman baru, baik di lahan inti, maupun meningkatkan kualitas tanaman plasma petani, serta pembangunan pabrik baru,” lanjutnya.

Dalam lima tahun ke depan atau tahun 2027, NSS menargetkan sudah memiliki lahan plasma seluas 9.500 ha, sebanyak 3 PKS dengan kapasitas masing-masing 60 ton per jam.

Pihaknya meyakini upaya perusahaan memenuhi sertifikat penerapan program lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG), yaitu ISPO, juga akan memperkuat kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di NSS.

Baca juga: Luhut Kumpulkan Pengusaha Hingga Asosiasi Minyak Goreng, Singgung Simirah hingga Target Ekspor CPO

Head Of Equity Research PT Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto menganalisis, selain dukungan dari kenaikan harga minyak sawit mentah, kinerja produsen minyak sawit akan meningkat karena pemerintah telah mengembalikan kebijakan ekspor CPO.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.